Harga Minyak Mentah Turun Lagi ke USD36,79 per Barel


Sabtu, 02 April 2016 | 09:37:02 WIB
/

SUARAJAMBI.COM- Setelah sempat rebound, harga minyak duniaturun pada Jumat (Sabtu pagi WIB). Penurunan terhajadi lantaran Arab Saudi meruntuhkan harapan yang sudah rendah bahwa produsen-produsen utama akan setuju untuk membatasi produksi mereka guna mengatasi kelebihan pasokan global.

Patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei, turun USD1,55 atau 4,0 persen menjadi di USD36,79 per barel di New York Mercantile Exchange.

Minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Juni, patokan global, menetap pada USD38,67 dolar AS per barel di perdagangan London, turun USD1,66 atau 4,1 persen dari penutupan Kamis.

Wakil Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, mengatakan bahwa kerajaan itu akan membekukan produksi minyaknya hanya jika diikuti oleh Iran dan produsen minyak utama lainnya, Bloomberg News melaporkan Jumat.

"Jika semua negara setuju untuk membekukan produksi, kami siap," katanya dalam sebuah wawancara.

"Pernyataan bahwa Arab Saudi tidak akan membekukan produksi minyaknya jika Iran tidak melakukan hal yang sama, ditambah dengan dolar yang lebih kuat, telah memukul harga harga," kata Jasper Lawler, seorang analis di pedagang CMC Markets.

Produsen-produsen minyak utama dipimpin oleh Arab Saudi dan Rusia akan bertemu di Doha akhir bulan ini untuk membahas langkah-langkah menstabilkan harga, termasuk usulan untuk pembatasan produksi.

"Premis dari pertemuan puncak 17 April di Doha cukup goyah untuk dimulai dengan sikap Saudi yang jelas membuat kita bertanya-tanya, apakah pertemuan itu akan berlangsung, karena sebelumnya kita tidak melihat pemulihan lebih lanjut Iran dalam produksinya sendiri," kata Tim Evans dari Citi Futures.

Iran mengindikasikan sebelumnya bahwa negaranya tidak akan berpartisipasi dalam pembekuan produksi sampai produksinya mencapai tingkat sebelum sanksi internasional dikenakan.

Harga minyak sedang terpukul, sebagian karena kembalinya minyak mentah Iran ke pasar dunia setelah sanksi ekonomi bertahun-tahun terhadap Teheran dicabut menyusul kesepakatan nuklir tahun lalu.

Shailaja Nair, managing editor senior di penyedia informasi energi global Platts, mengatakan "fundamental penawaran dan permintaan tidak berubah" tetap menjadi pengaruh utama pada sentimen pasar.

"Pasar masih kelebihan pasokan dengan minyak mentah, permintaan masih sama, kita tidak melihat kenaikan permintaan. Juga tidak ada kemungkinan kenaikan permintaan dalam waktu dekat," katanya kepada AFP.

Nair mengatakan hanya keputusan untuk memotong produksi daripada pembekuan produksi yang akan meningkatkan harga. "Mengingat jumlah minyak mentah yang sudah di pasar, pembekuan tidak akan membuat banyak perbedaan," kata dia



Sumber: okezone.com

Advertisement

Komentar Anda