Sebelum Ditembak Mati, Bule Prancis Ini Sempat Menghina Presiden Jokowi


Selasa, 03 Mei 2016 | 20:21:10 WIB
/

Suarajambi,com, BALI - Amokrane Sabet atau Awok warga Negara Asing (WNA) Prancis yang tewas di terjang peluru polisi,Senin 2 Mei 2016 sebelum terjadi penangkapan oleh petugas gabungan Polda Bali, sempat melontarkan kata-kata hinaan terhadap Presiden Joko Widodo.

Saat itu, petugas gabungan mendatangi rumah Amok yang ada di Villa Jalan Pantai Berawa, Tegal Gundul Canggu, Kuta Utara. Petugas gabungan melibatkan Brimob dan Dalmas Polda Bali, personel Polres Badung dan personel Polsek Kuta Utara serta petugas Imigrasi yang di dampingi penerjemah menyarankan agar Amok menyerahkan diri.

Tetapi, Amok tidak mau mengikuti saran petugas. Amok malah mengeluarkan pisau belati dan menantang Petugas untuk berkelahi. " Saat itu Amok memaki-maki petugas serta menghina Presiden dengan kata-kata makian yang sama,'kata salah seorang anggota Brimob.

Peringatan petugas tetap tidak diindahkan. Akhirnya petugas pun melepaskan tembakan peringatan ke udara. Tetapi Amok malah mengejar petugas dengan brutal.

Pada saat itulah, Brigadir AA Sudiarta, anggota Unit Reskrim Polsek Kuta Utara, ditikam dengan pisau oleh Amok. Tusukan pisau Amok itu mengenai bagian bawah telinga menuju leher, menusuk bagian dada sebanyak 2 tusukan, serta menusuk tangan anggota Polri tersebut pada bagian kedua tangan,seperti dikutip dari TRIBRATA.com

Pada saat itu juga, nyawa Brigadir AA Sudiarta tak bisa diselamatkan.

Petugas gabungan yang menyaksikan langsung kejadian tersebut, langsung melepaskan tembakan ke arah Amok, karena sudah membahayakan nyawa petugas. Amok, yang diketahui adalah mantan petarung MMA langsung tersungkur dan tewas ditempat.

Penulis: ONO-B

Sumber: TRIBRATA news.om

Advertisement

Komentar Anda