Akhir Kisah Romeo-Juliet dari Nipah Panjang, Tak Jadi Menikah Gara-gara Uang Mahar di Pakai Kakak


Senin, 16 Mei 2016 | 20:34:20 WIB
ilustrasi
ilustrasi /


Suarajambi.com, NIPAH PANJANG - Maksud hati ingin meminang kekasih hati, Pardi(25) pemuda perantauan dari Bangka harus menelan pil pahit.

Masalahnya, calon istrinya Melli(20), warga Parit Bom Kelurahan Nipah Panjang I,Kecamatan Nipah Panjang melalui utusan keluarganya memutuskan untuk membatalkan pernikahan yang sebenarnya akan di helat pada tanggal 2 Mei 2016 kemarin.

Apa lacur?, ternyata dari pengakuan keluarga Melli, Pardi dianggap ingkar janji. Pada saat hari yang di janjikan Pardi akan menyerahkan uang sebagai uang mahar untuk acara pernikahan ,ternyata uang tersebut tidak ada.

'Waktu datang kerumah, dia(Pardi) menjanjikan akan memberi uang sebesar Rp17 juta untuk acara pernikahan itu,'kata salah seorang keluarga Melli yang enggan namanya di cantumkan.

Usut punya usut setelah di desak oleh keluarga calon mempelai wanita, ternyata Pardi mempercayakan uang mahar perkawinannya itu kepada kakak angkatnya, Syeh.

'Pardi mempercayakan kakak angkatnya untuk menyimpan dan menyerahkan uang sebesar Rp17 juta kepada keluarga Melli. Tapi oleh kakak angkat Pardi, uang tersebut di pakainya,'tutur keluarga Melli.

Pada malam itu juga, lanjutnya, mereka meminta kepastian soal uang tersebut. Tetapi, Syeh kakak angkat Pardi tidak bisa memberi jawaban.'Pada awalnya dia tidak mengakui bahwa uang titipan Pardi untuk melamar Melli terpakai. Tetapi karena kita desak terus, barulah dia mengakuinya,'ungkap keluarga Melli tersebut dengan nada kesal.

Mengetahui kejadian itu, sejumlah keluarga Melli sempat kesal kepada Syeh. Karena dengan peristiwa itu, keluarga mereka merasa dipermalukan.

'Sempat juga terjadi keributan pada malam itu,'ungkap keluarga Melli. Dan, pada malam itu juga, pihak keluarga Melli menyatakan dengan tegas pernikahan dibatalkan.

Oleh sejumlah tokoh adat di daerah setempat, karena terjadi pembatalan pernikahan yang di sebabkan kelalaian pihak laki-laki, maka Pardi harus membayar kerugian yang di derita oleh pihak perempuan.

Lurah Nipah Panjang Satu, Muhammad Yani, membenarkan ada warganya yang membatalkan pernikahan yang di sebabkan hal tersebut.'Saya pada malam itu bersama sejumlah tokoh adat hadir d rumah Melli, termasuk pula dari Polsek Nipah Panjang. Dan, atas kesepakatan bersama antara kedua belah pihak, persoalan tersebut di selesaikan dengan kemufakatan bersama,'terang Yani.

Terlihat selama perundingan antar keluarga tersebut berlangsung, pengakuan keluarga Melli, Pardi tampak tak banyak bicara. Dan, sepertinya syok dan tidak menyangka akhir kisah cintanya kepada Melli akan berakhir dengan kepahitan. Namun, dari pihak calon penganten wanita tidak menceritakan keadaan Melli setelah mengetahui pernikahannya dibatalkan.

Penulis: ONO-B

Sumber: Suarajambi.com

Advertisement

Komentar Anda