Harga Karet Hanya Naik Sepekan, Petani Ngeleh


Sabtu, 25 Juni 2016 | 03:40:54 WIB
/

SUARAJAMBI.COM-  Kegembiraan petani karet Di Kabupaten Muarojambi tak berlasung lama Diperkirakan hanya sepekan. Masalahnya harga karet atau getah kembali anjlok dengan harga 4 Ribu Perkilo. Padahal menghadapi Ramadan dan Idul Fitri ajaran baru, kebutuhan makin meningkat.

Pertengahan Mei lalu, penantian petani karet mulai ada harapan. Harga getah karet terus merangkak naik, meski kenaikan masih dalam hitungan ratusan rupiah saja. Selama dua pekan, kenaikan pun sudah mencapai angka cukup tinggi, hingga petani mulai merasakan angin segar.

Sebelumnya harga naik dengan harga relatif menyenangkan petani karet mencapau 8 ribu hinga 7 ribu perkilo.
"Cuma duo minggu bae naiknyo. Kami sangko lamo, naiknyo dengan nian," ujar Sitam (35), petani karet di Kecamatan Marosebo Kabupaten Muarojambi.

Sitam merasa kembalinya harga pada harga paling rendah itu, keluhnya membuat dirinya dan ribuan petani karet lainnya menjerit. Sebab, makin hari kebutuhan hidup makin tinggi. Apalagi jelang Ramadan, hampir seluruh kebutuhan pokok mengalami kenaikan. " Hargo la naik galo. Makon serit be hidup ko dibuatnyo," terangnyo.

Dia mengantakan, jadi petani karen ini sejak lama dilakoninya untuk menghidupi anak-anaknya. Dengan terjun harga karet ini membuat diri kesulitan, dan ingin mencari pelerjaan lain. Katanya sayangnya diri belum memndapatkan pelerjaan lebih bisa memeberikan anak-anaknya makan. "Kalau ado gawe lain, pengelah cari kerjo tapi belum dapat. Motong karet ko lah dulu," kesahnya.

Sementara itu, Duraman (52) pembeli Getah di Kecamatan Mestong, menyebutkan, sangat sulit menetukan harga yang untuk petani, katanya dibeli harga rendah susah. " Susahnya karet dibeli dibawah 4 ribu petani dapat berapa," terangnya.

Penulis: Heru Aji
Editor: YMS
Sumber: suarajambi.com

Advertisement

Komentar Anda