Miris...Setiap 7 Detik 1 Gadis di Bawah 15 Tahun Menikah


Rabu, 12 Oktober 2016 | 11:01:31 WIB
ilustrasi
ilustrasi /

SUARAJAMBI.COM- Organisasi peduli hak asasi anak yang berbasis di Inggris dan Wales, Save the Childrenmenemukan pernikahan anak di bawah umur sekarang ini kian mengkhawatirkan. Bahkan dapat dikatakan, setiap tujuh detik ada seorang gadis di bawah 15 tahun yang dibiarkan menikah dini.

Pernikahan dini menurut organisasi internasional tersebut akan sangat memengaruhi masa depan anak. Khususnya dalam hal pendidikan, kesehatan dan keselamatan mereka. Apalagi melihat kebanyakan dari remaja perempuan itu dinikahkan dengan pria yang umurnya jauh lebih tua, di atas 20 tahun.

“Pernikahan anak mengawali siklus merugikan yang menyangkal hak paling dasar perempuan, yakni untuk belajar, bertumbuh dan menjadi anak-anak seusianya. Gadis-gadis yang menikah terlalu dini sering tidak dapat bersekolah,” ujar CEO Save the Children International, Helle Thorning-Schmidt, seperti disitat dari Independent, Rabu (12/10/2016).

Schmidt menambahkan, “Mereka juga lebih rentan mengalami kekerasan dalam rumah tangga, pelecehan dan pemerkosaan. Ketika mereka hamil, mereka mudah terinfeksi penyakit menular seksual dan HIV/AIDS. Mereka juga dipaksa membesarkan anak-anak sebelum tubuh mereka siap sepenuhnya. Konsekuensinya tidak hanya pada kesehatan ibu, juga bayinya.”

Laporan itu menyebut, kebanyakan gadis yang menjalani pernikahan di usia remaja berasal dari lingkungan keluarga maupun negara yang penuh konflik. Contohnya marak ditemukan di kalangan pengungsi Suriah di Lebanon. Pihak keluarga menikahkan anak gadis mereka kepada pria dewasa atas nama keamanan.

Pernikahan di bawah umur juga sering menimpa gadis yang dibesarkan di keluarga miskin. Di Nigeria, 40 persen gadis dari keluarga miskin menikah pada usia 15 tahun. Bandingkan dengan pernikahan di bawah umur yang terjadi pada gadis dari kalangan orang kaya, hanya sebesar 3 persen.

Guna menanggulangi hal ini, organisasi kemanusiaan tersebut mendesak pemerintah di seluruh dunia untuk mengakhiri pernikahan anak. Save the Children sendiri berkomitmen untuk menyelesaikan persoalan ini pada 2030.

Namun begitu, lembaga tersebut memperkirakan jika praktik ini terus berlanjut di dunia, angka pernikahan anak justru akan semakin melonjak. Dari yang tercatat hari ini ada 700 juta kasus menjadi 930 kasus pada 2030. Lalu pada 2050, pernikahan anak bisa terjadi pada 1,2 miliar anak di dunia.


Editor: YMS
Sumber: okezone.com

Advertisement

Komentar Anda