Waspadai Postingan di Medsos Terkait Pemikiran Radikal


Sabtu, 03 Juni 2017 | 21:02:56 WIB
ilustrasi
ilustrasi /

SUARAJAMBI.COM- Peneliti Kajian Strategis Intelijen Universitas Indonesia (UI), Ridlwan Habib geram dengan adanya postingan-postingan di media sosial yang menyebut bahwa bom bunuh diri di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, merupakan rekayasa polisi.

Ridlwan melihat adanya fenomena postingan-postingan di media sosial yang menyebut bahwa aksi bom bunuh diri ‎rekayasa polisi sesaat setelah tragedi bom bunuh diri itu terjadi. Padahal tiga korban tewas dalam insiden tersebut merupakan anggota polisi.

"Satu jam setelah bom Kampung Melayu‎, itu ada meme (gambar) yang bilang di media sosial bahwa ini rekayasa polisi. Yang bilang ini rekayasa polisi, ini gila," kata Ridwan dalam diskusi SindotrijayaFM, di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (3/6/2017).

Menurutnya, asumsi publik seperti ini tidak boleh dibiarkan. Pasalnya, dengan adanya pemikiran seperti itu dapat juga diartikan bahwa pemikirannya radikal dan bisa berdampak buruk terhadap masyarakat luas.

"Ide seperti ini kalau tidak ditangkal, akan menjadi polemik di akar rumput," tandasnya.


Editor: YMS
Sumber: okezone.com

Advertisement

Komentar Anda