Di duga Langgar UU Perlindungan Konsumen, PT Sinarmas Multifinance Cabang Sarolangun di Gugat


Selasa, 17 Oktober 2017 | 10:49:59 WIB
/

SUARAJAMBI.COM- Terkait klausa baku perjanjian pembiayaan yang merugikan konsumen sebagian klausa baku yang merugikan konsumen, yakni melanggar pasal 18 , UU 8 Tahun  1999 tentang perlindungan konsumen. Atas kerugian yang di derita, konsumen telah membuat laporan kepada badan Penyelesaian sengketa Konsumen (BPSK) Sarolangun.

Adapun kerugian yang dimaksud tersebut adalah :1. Konsumen dipaksa untuk melepaskan hak nya yg dilindungi dlm pasal 1425-1436 KUH PERDATA  tentang Konfensansi hutang.

2. Masalah asuransi objek jaminan fidusia apabila ada pembayaran ansuransi atas kehilangan dan kerusakan maka Konsumen tak berhak menerima dan harus diberikan kepada perusahaan.

3. Apabila Konsumen meninggal dunia dan masih punya hutang maka  ahli waris wajib membayar hutang

4. Konsumen dipaksa untuk memberikan kuasa sepihak untuk memasuki rumah konsumen atau orang lain dmana objek jaminan berada.

5. Apabila ada perselihan perjanjian tidak dapat dimusyawarahkan tetapi haruslah wajib Konsumen untuk menyelesaikan di pengadilan negeri Jakarta sementara pihak perusahaan sesuka hatinya untuk memilih pengadilan dimana dia mau untuk menyelesaikan.

Pada tgl 16 Oktober 2017 Pengaduan gugatan klausa baku tsb telah didaftarkan di BPSK (badan Penyelesaian sengketa Konsumen) oleh Sahudi Ersad,SH , selaku kuasa hukum dari Konsumen an. Aminah warga desa Pauh kab.sarolang Jambi dan diterima oleh sekretaris BPSK ibu Neli.

Diduga perusahaan sinar mas multifinance melanggar pasal 18 , UU 8 Tahun  1999 tentang perlindungan konsumen .jika terbukti maka pihak perusahaan dapat dikenakan sanksi pidana penjara 5 tahun atau denda Rp 2 Milyar sebagaimana ketentuan dalam pasal 62 ayat (1) UU perlindungan konsumen.

 

Penulis: SAE
Editor: YMS

Advertisement

Komentar Anda