Tambang Minyak Illegal Kembali di Temukan di Bajubang


Sabtu, 27 Januari 2018 | 05:28:17 WIB
/

SUARAJAMBI.COM- Pengeboran minyak bumi secara ilegal di Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari, Jambi, masih saja terus terjadi. Padahal, beberapa waktu lalu sumur-sumur minyak ilegal itu sudah ditutup.

Masih adanya sumur minyak ilegal ditemukan Tim Patroli Tahura pada dua hari lalu di kawasan Taman Hutan Rakyat (Tahura). Tim patroli mendapati peralatan pengeboran minyak yang sedang ditinggal penambang.

Lokasi kegiatan illegal drilling itu berada di tengah hutan. Kegiatan tersebut tidak memiliki kontrak kerja sama dengan pemerintah dan izin Kementerian Kehutanan.

Temuan ini langsung dilaporkan ke Polres Batanghari. Pihak kepolisian pun mengajak pihak terkait mengecek laporan tersebut. Tapi sayang, ketika polisi tiba di lokasi, para penambang sudah tidak ada.

Di lokasi hanya ditemukan mesin dan sejumlah alat pengeboran minyak. Semua barang yang ada di lokasi dibawa ke Mapolres Batanghari.

"Benar masih ada kegiatan illegal drilling di wilayah Bajubang. Semua barang bukti sudah kami amankan," kata Kasat Reskrim Polres Batanghari Iptu Dimas Arki, Jumat 26 Januari 2018.

Menurut dia, semua hasil temuan itu akan dijadikan petunjuk untuk penyelidikan. Pihak kepolisian masih memburu pemilik alat pengeboran minyak tersebut.

"Kami belum tahu siapa oknum yang melakukan pengeboran minyak ilegal itu. Untuk sementara masih proses penyelidikan," jelasnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Batanghari Parlaungan Nasution ikut turun ke lokasi bersama tim dan polisi. Ia tidak menjelaskan langkah konkret yang dilakukan pihaknya dalam mengatasi illegal drilling ini.

Sementara Asset 1 Public and Government Relations Assistant Manager Pertamina EP Andrew membenarkan adanya penemuan baru sumur minyak ilegal. Lokasinya di RT 01 Desa Bungku, Bajubang, Batanghari.

Ia melanjutkan, sumur minyak ilegal yang baru ditemukan itu ada lima titik. Semuanya langsung ditutup oleh Tim Terpadu Penutupan Illegal Drilling bersama pihak Pertamina EP beserta Polres dan Pemkab Batanghari.

"Warga juga ikut membantu penutupannya. Barang-barang dan peralatan pengeboran yang ditemukan di lokasi dibawa ke Mapolres Batanghari," tegasnya.


Editor: yms
Sumber: OKEZONE

Advertisement

Komentar Anda