Komisi I Harap Tak Ada Kelangkaan LPG 3 Kg selama Bulan Ramadhan


Rabu, 09 Mei 2018 | 19:00:21 WIB
Ketua komisi I DPRD Kota Jambi, Umar Farouq
Ketua komisi I DPRD Kota Jambi, Umar Farouq /

SUARAJAMBI.COM- Menjelang masuknya bulan suci Ramadan, usai Komisi II DPRD Kota Jambi melakukan sidak  ke Stasiun Pengisian Bahan Elpiji (SPBE) beberapa waktu lalu terdapat berat timbangan setiap tabung yang berbeda. 

Sebagian besar tabung isi gas elpiji 3 kg tersebut kurang dari 3 kg. Padahal, tabung tersebut adalah tabung yang siap diedarkan ke masyarakat.Selain itu dewan juga mempertanyakan permasalahan pendistribusian tabung gas 3 kg.
Sebab, masyarakat harus mengantre panjang untuk mendapatkan tabung tersebut.
 
Disampaikan oleh Umar Faruk, Ketua Komisi II DPRD Kota Jambi bahwa pihaknya mempertanyakan stok dan pendistribusian gas 3 kg kepada masyarakat. Ini dikarenakan meskipun pembelian gas 3 kg harus menggunakan KTP, namun warga terpaksa mengantre untuk membeli gas.“Kita tadi minta tabung gas tersebut untuk ditimbang. Namun kok setiap tabung itu timbangannya berbeda beda. Ini kita pertanyakan. Kita juga mempertanyakan bagaimana pendistribusiannya. Ke mana saja tabung gas tersebut diedarkan,” bebernya.
 
Faruk juga meminta agar pihak SPBE menyiapkan stok khusus untuk menghadapi puasa dan lebaran. Sebab, kebutuhan warga Jambi saat memasuki bulan puasa dan lebaran akan meningkat.
“Sebentar lagi kita akan masuk bulan puasa. Apakah stok untuk bulan puasa nanti cukup atau tidak. Kalau tidak, bagaimana cara mereka untuk mengatasinya,” ujarnya.
 
Sementara itu Sutiono, anggota Komisi II DPRD Kota Jambi mempertanyakan kelayakan dari tabung gas. Sebab, masih ada beredar di masyarakat tabung gas 3 kg produksi lama.
“Padahal kan tabung gas itu setiap 5 tahun sekali harus diperbaiki dan diregenerasi. Kenapa masih ada tabung yang penyot dan rusak. Juga masih adanya terjadi kebocoran tabung yang mengakibatkan kebakaran,” bebernya.
 
Sementara itu menurut Yudhi, Kepala SPBE, setiap tabung yang rusak, akan dimasukkan ke bengkel gas. Agar dilakukan perbaikan dan tidak membahayakan masyarakat. 
“Tabung yang masuk ke bengkel gas tersebut dikarenakan tiga faktor yaitu habis masa edar, bocor dan rusak. Semua kita perbaiki dan diregenerasi jika yang sudah lebih dari 5 tahun,” bebernya.
 
Lanjutnya, SPBE tersebut mendistribusikan tabung gas elpiji ke sembilan sub agen. Nantinya sub agen ini lah yang akan mendistribusikan ke seluruh pangkalan. “Kalau kita ini mengedarkannya di tiga wilayah yakni di Kota Jambi, Tanjab Barat dan Tanjab Timur. Semua merupakan pasokan dari kita,” bebernya.
 
Yudhi juga menambahkan bahwa untuk menghadapi bulan Ramadhan, pihaknya sudah menyiapkan stok. Sebab, jumlah kebutuhan tabung gas pada saat Puasa dan lebaran akan meningkat. “Untuk stok bulan puasa dan lebaran sudah kita siapkan. Stoknya cukup hingga lebaran nanti,” terangnya.

Editor: yms
Sumber: Suarajambi.com

Advertisement

Komentar Anda