Plt. Gubernur Jambi Bersama Mentan Lakukan Replanting Sawit di Sungai Bahar


Senin, 10 September 2018 | 21:22:35 WIB
/

SUARAJAMBI.COM – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Jambi, Dr.Drs.H.Fachrori Umar,M.Hum mengemukakan, replanting (penanaman kembali/peremajaan) kelapa sawit merupakan upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Provinsi Jambi, khususnya petani kelapa sawit. Peremajaan kelapa sawit sangat penting mengingat Sektor Pertanian Sub Sektor Perkebunanmerupakan salah satu andalan bagi perkembangan perekonomian Provinsi Jambi, karena ada lebih kurang 660 ribu kepala keluarga petani yang bergelut pada sektor perkebunan, dengan luasan lebih lahan kurang lebih 1,68 juta hektare. Sub Sektor Perkebunan menyumbang 18,36% PDRB Provinsi Jambi. Hal tersebut diungkapkan Fachrori saat mendampingi Menteri Pertanian RI dalam kunjungan kerja ke Desa Ujung Tanjung Kecamatan Bahar Selatan Kabupaten Muaro Jambi, Senin (10/09).

Di Bahar Selatan, Menteri Pertanian RI melakukan  peremajaan kelapa sawit, ditandai dengan penumbangan pohon kelapa sawit yang sudah tua dan tidak produktif lagi dan penanaman bibit kelapa sawit unggul, serta melakukan penanaman jagung di sela tanaman kelapa sawit.

Fachrori mengatakan bahwa perkebunan di Provinsi Jambi cukup potensial, dan merupakan aset dan modal dasar dalam pembangunan, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat Provinsi Jambi, khususnya masyarakat Kabupaten Muaro Jambi.,”

Sub Sektor perkebunan, lanjut Fachrori, menyumbang PDRB sebesar 18,36% dari total PDRB Provinsi Jambi setiap tahunnya, sehingga Pemerintah Provinsi Jambi mengandalkan komoditi perkebunan  untuk mensejahterakan petani dan mendukung pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi.

Selain itu, terang Fachrori, lahan perkebunan kelapa sawit di Provinsi Jambi seluas lebih kurang 791 ribu hektare, dengan jumlah petani sekitar 210 ribu kepala keluarga, terdiri dari perkebunan rakyat, perkebunan BUMN, dan perkebunan swasta.

“Kelapa sawit diperkenalkan di Provinsi Jambi sekitar tahun 1982 sampai 1983 melalui pola Perkebunan Inti Rakyat (PIR), sehingga banyak area kelapa sawit yang telah memasuki masa peremajaan. Tercatat ada lebih kurang 63 ribu hektare tanaman kelapa sawit yang harus diremajakan saat ini sampai beberapa tahun kedepan,” jelas Fachrori.

Fachrori menyampaikan, Provinsi Jambi ditargetkan oleh Direktur Jenderal Perkebunan untuk melaksanakan peremajaan kelapa sawit tahun 2018 seluas lebih kurang 15 ribu hektare di 6 kabupaten yaitu Muaro Jambi, Batanghari, Tanjung Jabung Barat, Merangin, Bungo, dan Tebo.

“Peremajaan kelapa sawit menjadi persoalan yang penting dan menjadi perhatian kita bersama. Kita harus segera mewujudkan peremajaan kelapa sawit, karena akan berdampak negatif terhadap perekonomian di Provinsi Jambi khususnya bagi petani kelapa sawit jika tidak cepat diwujudkan,” ujar Fachrori.

Fachrori berharap agar Pemerintah Pusat kedepannya bisa memberikan lebih banyak kemudahan, sehingga peremajaan kelapa sawit dapat lebih cepat dilaksanakan, yang nantinya akan menjadi salah satu pendorong untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Jambi.

Menteri Pertanian RI, Dr.Ir.H.Andi Amran Sulaiman,MP menerangkan, sektor pertanian menjadi salah penggerak dan penopang perekonomian Indonesia, termasuk dalam subsektor perkebunan kelapa sawit ini. Ekspor sawit Indonesia sudah mencapai 33 juta ton per tahun untuk Crude Palm Oil (CPO) dengan nilai kurang lebih 390 triliun rupiah dan ini menjadi pengekspor terbesar di dunia.

“Untuk replanting kelapa sawit, Kementerian Pertanian RI memberikan bantuan bibit kelapa sawit dan pupuk kepada petani kelapa sawit di seluruh Indonesia. Bibit yang kami berikan ini adalah jenis bibit unggulan terbaru dengan produksi 36 s/d 40 ton,” ujar Amran.

Amran menyampaikan, Pemerintah Pusat terus berupaya meningkatkan kesejahteraan petani kelapa sawit dengan melakukan replanting kelapa sawit, diikuti dengan memberikan bantuan bibit kelapa sawit dan pupuk.

Lebih lanjut, Amran meminta petani kelapa sawit yang sedang melakukan replanting untuk menanam jagung di sela-sela tanaman kelapa sawit selama proses replanting, jadi selama masa proses replanting, petani kelapa sawit bisa panen jagung karena dalam lahan 1 hektare bisa meraih hasil panen lebih kurang 7 ton jagung, sehingga perekonomian para petani tidak terganggu.

Bupati Muaro Jambi, Hj.Masnah Busyro,SE menyampaikan, kunjungan kerja Menteri Pertanian RI ini merupakan suatu upaya dalam membantu meningkatkan sarana prasarana bagi peningkatan perekonomian masyarakat di Kabupaten Muaro Jambi, khususnya petani kelapa sawit yang berada di Kecamatan Bahar Selatan.

Proses replanting kelapa sawit ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas tanaman kelapa sawit dan menjaga luasan lahan untuk dimanfaatkan secara optimal, sehingga produksi kelapa sawit lebih produktif dan berkelanjutan,” tutur Masnah.

Dalam kunjungan kerjanya, Menteri Pertanian memberikan bantuan berupa, 20 unit traktor roda dua, 50 unit pompa air, 50 unit cultivator , 50 unit handsprayer , 2 unit excavator , 5 unit combine harvester kecil, 1 unit combine harvester sedang, 10 unit power threser, dan 5 unit corn sheller.

Selain itu, Menteri Pertanian juga memberikan bantuan untuk Provinsi Jambi antara lain, bantuan dana peremajaan kelapa sawit untuk 890,63 hektare, bantuan bibit kopi untuk 370 hektare, bantuan benih karet untuk 390 hektare, bantuan benih jagung untuk 390 hektare, dan bantuan kegiatan pasca banjir berupa bibit kopi sebanyak 31.000 batang


Editor: yms
Sumber: PDE

Advertisement

Komentar Anda