Bea dan Cukai Jambi Sosialisasikan PIBT Bagi Para Importir


Selasa, 25 September 2018 | 08:14:09 WIB
Bea dan Cukai Jambi Gelar Sosialisasi PIBT Bagi Para Importir, 25/09/2018
Bea dan Cukai Jambi Gelar Sosialisasi PIBT Bagi Para Importir, 25/09/2018 /

SUARAJAMBICOM-Program Penertiban Impor Berisiko Tinggi (PIBT) merupakan langkah nyata Bea Cukai dalam menjawab tantangan masyarakat yang menginginkan perdagangan ilegal dapat diberantas. Untuk itu, bertempat di ruang utama Kantor Bea dan Cukai Jambi pada selasa 25 September 2018 berlangsung sosialisasi tata cara pengisian PIB dan informasi mengenai PIBT yang di ikuti para pengguna jasa di lingkup KPPBC Jambi khususnya para Importir.

Kepala Kantor Bea dan Cukai Jambi Duki Rusnadi yang di wakili oleh Kasi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai II Wahyudi yang juga selaku Nara sumber pada kegiatan tersebut mengatakan setiap barang wajib miliki PIB.” PIB merupakan Dokumen Pemberitahuan Import Barang, dokumen ini wajib di miliki para importir, namun kita akui ada juga importir yang nakal, barang import terkadang tak sesuai dengan PIB yang ada, maka itu kita anggap sosialisasi ini penting agar tingkat kesadaran para importir khususnya importir beresiko tinggi makin baik.” Paparnya saat itu.

PIBT di jelaskan Wahyudi merupakan langkah nyata Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dalam menjawab tantangan dari masyarakat yang menginginkan perdagangan ilegal dapat diberantas. Salah satunya praktik penghindaran fiskal serta penghindaran pemenuhan perizinan barang larangan dan/atau pembatasan (lartas).

Dan Pemerintah Indonesia telah menyatakan “perang” atas tindakan barang import Illegal.” Atas desakan desakan masyarakat terkait banyaknya barang import illegal yang membanjiri pasaran Indonesia, pemerintah akhirnya menyatakan perang terhadap importir beresiko tinggi, tujuannya adalah mengurangi import illegal sehingga  usaha dalam negeri bisa naik.” Jelasnya.

Kita harapkan dengan sosialisasi PIBT ini para importir jangan mau melakukan import illegal.” Kalau untuk Jambi bisa kita katakan Nol dari import beresiko tinggi, adapun itu bukan underinvoicing melainkan penyelundupan barang melalui jalur jalur illegal di perbatasan, baik lewat darat maupun laut. Kita berharap kedepannya, pengurusan PIB oleh para importir di Jambi akan terus meningkat.” Pungkasnya.


Editor: yms
Sumber: Suarajambi.com

Advertisement

Komentar Anda