Sandiaga Tegaskan Dorong Ekonomi Kreatif untuk Kaum Milenial


Senin, 29 Oktober 2018 | 07:04:46 WIB
/

SUARAJAMBI.COM- Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno menegaskan upaya yang akan dilakukan Calon Presiden Prabowo Subianto dan dirinya untuk membuka lapangan kerja, yaitu dengan membangkitkan ekonomi kreatif. Menurut Sandi, ekonomi kreatif dipilih karena sekitar 12 hingga 15 persen, bangsa Indones  merupakan ekonomi kreatif.

 
“PDBnya di atas 1.000 triliun,” kata Sandiaga usai menjadi pembicara talkshow  penutupan Indonesia CSR Exhibition dengan tema “Startup Bisnis untuk Kaum Millenial”, Sabtu (27/10).
 
Sandiaga menuturkan, ekonomi kreatif dapat dikembangkan dalam bidang kuliner, fashion, pendidikan, kembang celup, dan menata bunga. “ Menata bunga itu inovasi. Prabowo-Sandi akan memastikan pasar Indonesia diisi produk UKM milik putra putri bangsa,” ujar Sandi.
 
Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini menambahkan, untuk startup ekonomi kreatif, pihaknya mendorong milenial tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pemain dalam gerakan Ok Oce.
 
Dalam forum Gerakan Milenial Indonesia (GMI) yang digelar di Saung Rawa Lele, Sabtu (27/10),Sandiaga mengatakan, berdasarkan aspirasi masyarakat, diantaranya di wilayah Kalideres, Jakarta Barat,  kaum milenial mengeluhkan kesulitan dalam hal pekerjaan. Ia berharap Prabowo-Sandi dapat menghadirkan keadilan sosial di masyarakat dengan keadilan ekonomi. Menurutnya, keadilan ekonomi ini dapat diwujudkan dengan penyediaan lapangan kerja.
 
“Lapangan kerja diprioritaskan untuk putra putri bangsa. Pembangunan ekonomi sekarang memberikan kesempatan kepada tenaga asing. Prabowo-Sandi memberikan kesempatan untuk perusahaan lokal dan tenaga lokal,” tuturnya.
 
Sandi mengatakan, saat ini pembangunan berlangsung baik namun tidak berlandaskan keadilan. Selain itu, terlalu banyak hutang yang membebani sehingga ekonomi tidak terkendali. Fakta yang terjadi adalah penggunaan dan mengandalkan barang bukanhasil produksi nasional. Barang tersebut hasil impor yang berimbas naik harganya saat nilai tukar dolar terhadap rupiah naik. 
 
“Jadi dua isu utama kita, stabilitas negara dan lapangan pekerjaan,” kata Sandiaga yang didampingi Caleg Partai Gerindra DPRD DKI Jakarta, Sabam Rajagukguk dan Gerakan Milenial Indonesia, Muhammad Atras Mafazi.
 
Sandi menambahkan, stabilitas ekonomi juga dapat diketahui dari permasalahan yang dihadapi kaum Ibu. Disparitas harga karena distribusi yang panjang dan tidak berkeadilan menyebabkan harga naik. Prabowo-Sandi akan memprioritaskan mengamankan pasokan dan distribusi sederhana secara terbuka berkeadilan. “Kita bisa jaga stabilitas keadilan,” ujarnya.
 
Sandi menekankan Ekonomi Indonesia harus didorong ekonomi kerakyatan, yaitu membuka seluas-luasnya porsi bagi ekonomi pembangunan. Sandiaga mengambil contoh, salah satu Bung Hatta angkat adalah berhemat. 
 
Sandi menyoroti ongkos politik yang terlalu tinggi. Setiap Pemilu, sekitar Rp14 triliun habis untuk kontestasi Pemilu. Anggaran itu belum termasuk setiap pasasangn calon harus menyediakan pendanaan.
 
“Kalau kita terus-terusan seperti ini akhirnya kita tidak akan memiliki sebuah sistem demokrasi yang efisen saya.Saya ingin ubah itu. Kita ingin partisipasi kolaboratif, kita ingin warga berkolaborasi. Kita lihat di DKI sudah dibuktikan. Dengan biaya paling kecil, Anies-Sandi bisa menghadirkan partisipasif kolaboratif,” pungkas Sandi.

Editor: yms
Sumber: MC

Advertisement

Komentar Anda