Pansus I DPRD Kota Jambi Pertanyakan Teritorial Kota Jambi


Jumat, 02 November 2018 | 16:25:14 WIB
/

SUARAJAMBI.COM- Ketua Pansus I LKPJ akhir masa jabatan walikota dan Wakil Walikota Jambi tahun 2013- 2018. Dikatakannya bahwa pada Permendagri nomor 18 tahun 2017 ada alat yang bisa melihat luas wilayah kota Jambi secara keseluruhan. Sehingga berdasarkan alat tersebut dinyatakan bahwa luas wilayah kota Jambi tersisa 172 Meter Persegi.

"Ini menjadi tugas pemerintah, mengapa ini bisa terjadi? Sehingga Pemerintah harus berkoordinasi baik dengan pemerintah provinsi,  legislatif provinsi maupun Kemendagri," ujarnya.

Menurutnya kota Jambi menjadi representatif provinsi Jambi saat ini. Sehingga luas wilayah kota Jambi harus lebih luas dari pada saat ini.

"Teritorial kota Jambi harus lebih luas sehingga bisa dijadikan kota metropolitan," katanya.

Menurutnya dengan keputusan Permendagri tersebut, Kota Jambi sudah kehilangan seluas  33 Meter persegi. "Kalau di pulau Jawa, luasan wilayah ini sudah bisa dijadikan kabupaten, dan kita sangat rugi dalam hal ini" katanya.

Menanggapi ini pihaknya meminta kepada  Pemerintah untuk melakukan koordinasi. Sebab keputusan ini bukan semacam kitab.

"Asal kita bisa koordinasi dengan legislatif provinsi, Pemprov Jambi, dan Depdagri, kami rasa luas wilayah kota Jambi bisa bertambah," ujarnya.

 Sementara terkait pembakaran kota Jambi dirinya mengatakan bahwa  lama ini masih sebatas wacana saja.  Sebab belum ada tindak lanjutnya dilakukan oleh pemerintah kota Jambi. 

"Kita juga minta ini jangan hanya menjadi wacana saja, melainkan kegiatan konkrit berupa kerjasama yang pasti," katanya.

Terkait  kabupaten tetangga yang masih belum mau membagi luas wilayahnya kepada kota Jambi. Pihaknya mengatakan bahwa hal  tersebut hanyalah masalah koordinasi dan politik.

"Politik ini intinya harus komunikasi, sehingga kita minta 2019 harus diajukan untuk pemekaran," Katanya. 

Sementara itu, Walikota Jambi Syarif Fasha mengatakan bahwa sebetulnya secara fakta luas wilayah kota Jambi tidak berkurang. Hanya saja berdasarkan peraturan Pemerintah yang terdahulu menghitung luas wilayah masih menggunakan titik koordinat yakni menggunakan kalkulator. Sementara saat ini perhitungan luas wilayah sudah menggunkan komputer dan alat tersendiri.

"Sehingga data yang terdahulu tidak seakurasi yang sekarang, tapi secara fakta bukan berarti berkurang. Karena saat ini perhitungan luas wilayah sudah menggunkan komputer dan alat tersendiri," kata Fasha Rabu (31/10).

Jika ditanyakan, apakah luas kota Jambi saat ini sudah cukup?? Fasha menyebutkan bahwa cukup saja. Hanya saja kota Jambi tidak Nisa bisa mengembangkan pembangunan lebih luas lagi.

Terkait dengan wacana pemekaran wilayah kota Jambi, Fasha mengatakan bahwa pihaknya masih menunggu. "Kami menunggu  masyarakat perbatasan ingin masuk kota jambi, silahkan ajukan permintaaan kepada DPRD provinsi Jambi, yang nantinya akan dibahas di Pemerintah pusat," katanya.

Namun saat ini pemkot Jambi belum mengajukan perluasan wilayah. Karena menurutnya hal tersebut bukan wilayah dan wewenang kota Jambi melainkan ranah dari provinsi.

"Seharusnya provinsi sudah bisa lihat dan merespon bahwa kota Jambi menjadi representatif provinsi Jambi, sehiggs sudah seharusnya ada perluasan wilayah," katanya.

Namun jika Pemerintah kota Jambi diberikan perluasan wilayah. Maka pemkot siap untuk mengakomodir semua kebutuhannya


Editor: yms
Sumber: Suarajambi.com

Advertisement

Komentar Anda