Paripurna DPRD Kota Jambi Terkait Nota Pengantar RAPBD Tahun Anggaran 2019


Selasa, 13 November 2018 | 16:19:28 WIB
/

SUARAJAMBI.COM- Paripurna nota pengantar tentang rancangan peraturan daerah tentang anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun anggaran 2019 digelar di gedung DPRD Kota Jambi, Senin (12/11). Dari nota pengatar yang disampaikan, terdapat defisit antara belanja dan pendapatan.

Nota pengantar yang disampaikan Wakil Walikota Jambi Maulana, menyatakan, APBD 2019 Rp 1,660 T, angka tersebut meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya Rp 1,627 T. Pendapatan tersebut bersumber dari pendapatan asli daerah (PAD) Rp 364,14 M, dana perimbangan Rp 1,134 T. Dana perimbangan menurun dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp 1,143 T atau menurun 0,77 persen. Kemudian pendapatan lain-lain yang sah Rp 5,67 M.

 Sementara untuk belanja daerah pada RAPBD 2019 direncanakan sebesar Rp 1,710 T.  

Maulana, Wakil Walikota Jambi mengatakan, dari dua point tersebut, antara belanja dan pendapatan daerah ada defisit Rp 50,5 M. Namun sebut Maulana, defisit tersebut bisa ditutupi dari Silpa 2018.

“Silpa kita lebih kurang Rp 5,5 M. Jadinya seimbang,” kata Maulana.

Maulana menyebutkan, defisit tersebut disebabkan beberapa hal, diantaranya pengaruh kenaikan gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) senilai 5 persen.

“Defisit karena ada peningkatan belanja, baik langsung maupun tidak langsung,” imbuhnya.

Maulana mengungkapkan, belanja langsung dan tidak langsung pada rencana APBD 2019 trendnya positif, yakni 53 persen belanja langsung dan 47 persen belanja tidak langsung. 

“Jumlah belanja tidak langsung dianggarkan Rp 794,96 M. Dan belanja langsung Rp 915,95 M,” jelasnya.

Sementara Ketua DPRD Kota Jambi M Nasir mengatakan, defisit yang terjadi pada rencana APBD 2019 masih seimbang dengan dana Silpa 2018.

“Alhamdulillah Silpa agak besar,” kata Nasir.

Nasir menyebutkan, Silpa tersebut merupakan anggaran kelebihan dari program yang telah dijalankan. Misal ada suatu program pembangunan jalan yang  nilainya Rp 100 juta, namun ditawar pemborong Rp 95 juta. Sisanya itulah yang dijadikan Silpa.

“Setelah dikumpul-kumpulkan jumlahnya lumayan, jadi seimbang dengan defisit,” imbuhnya


Editor: yms
Sumber: Suarajambi.com

Advertisement

Komentar Anda