FACHRORI DIANUGERAHI PENGHARGAAN PERKEBUNAN


Senin, 10 Desember 2018 | 13:10:55 WIB
/

SUARAJAMBI.COM- Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Jambi, Dr.Drs.H.Fachrori Umar,M.Hum dianugerahi penghargaan Perkebunan oleh Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Perkebunan Republik Indonesia yang diserahkan oleh Dirjen Perkebunan dalam Peringatan Hari Perkebunan ke-61 Tahun 2018 Tingkat Nasional, di Halaman Gedung Sate, Kantor Gubernur Jawa Barat, Senin (10/12) siang.

Penghargaan yang diterima oleh Fachrori merupakan penghargaan bagi Kepala Daerah Peduli terhadap Pembangunan Perkebunan Berkelanjutan. Hanya ada 5 gubernur dari 34 provinsi di Indonesia yang dianugerahi penghargaan tersebut, yakni Plt. Gubernur Jambi, Gubernur Sumatera Selatan, Gubernur Bangka Belitung, Gubernur Jawa Barat, dan Gubernur Papua Barat. Penghargaan yang sama juga diberikan kepada 13 bupati, dan 2 diantaranya dari Provinsi Jambi, yaitu Bupati Kerinci dan Bupati Tanjung Jabung Barat. Selain itu, ada 13 bupati yang dianugerahi penghargaan Bupati berprestrasi dalam inovasi kemandirian pengadaan bibit. Penghargaan lainnya diberikan kepada beberapa perusahaan yang memperoleh sertifikat ISPO (Indonesia Sustainable Palm Oil), yakni sertifikat minyak kelapa sawit yang berkelanjutan, yang menerapkan pengelolaan berwawasan/ramah lingkungan. Ada juga penghargaan kepada gapoktan (gabungan kelompok tani) dan individu-individu yang berprestasi dalam pengolahan perkebunan.

Usai menerima penghargaan, Fachrori menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi Jambi melalaui OPD terkait terus mendorong seluruh pelaku usaaha perkebunan, baik perusahaan maupun petani swadaya untuk melaksanakan usaha perkebunan dengan tetap berusaha melestarikan lingkungan, artinya memperoleh keuntungan ekonomi dari usaha perkebunan, tetapi kelestarian lingkungan tertap terjaga. Hal tersebut dilakukan supaya usaha perkebunan bisa dilaksanakan secara berkelanjutan, berkesinambungan.

Fachrori mengemukakan, pembangunan perkebunan berkelanjutan harus terus dilakukan, supaya masyarakat dan semua pelaku usaha perkebunan bisa berkelanjutan memperoleh keuntungan yang memadai dari usaha perkebunan.

Fachrori berharap agar kesadaran semua pemangku kepentingan perkebunan semakin tinggi dalam menerapkan usaha perkebunan yang menjunjung keberlanjutan pembangunan perkebunan.

Kepala Dinas Perkebunan Provins Jambi, Agus Rizal menjelaskan, ada dua faktor alasan dianugerahkannya penghargaan Kepala Daerah Peduli Pembangunan Perkebunan Berkelanjutan kepada Plt. Gubernur Jambi,: pertama, hanya tiga provinsi dari 34 provinsi di Indonesia yang perkebunannya sebagai OPD tersendiri yaitu Dinas Perkebunan (Provinsi Jambi, Kalimantan Selatan, dan Provinsi Selatan), selainnya bergabung dengan Dinas Pertanian. Dinas Perkebunan Provinsi Jambi terpisah dari Dinas Pertanian sebagai bagian dari upaya agar pembangunan perkebunan lebih fokus, mengingat potensi perkebunan di Provinsi Jambi sangat besar, dan hal itu merupakan usulan dari Provinsi Jambi kepada Pemerintah Pusat.

Kedua, tahun ini, Provinsi Jambi satu-satunya yang menganggarkan di APBD untuk mendukung sertifikasi ISPO bagi petani swadaya, dan hal tersebut sudah mulai membuahkan hasil, telah ada 1 petani swadaya di Provinsi Jambi yang memperoleh serrtifikat ISPO, yakni petani swadaya sawit dari Kabupaten Batanghari, selainnya sudah  2 petani swadaya yang diusulkan. Sedangkan perusahaaan di provinsi Jambi, sudah 16 yang memperoleh sertifikat ISPO.

Kadis Perkebunan Provinsi Jambi ini menambahkan, Dinas Perkebunan Provinsi Jamni berusaha mendorong didapatkannya nilai tambah dari produk perkebunan Provinsi Jambi, untuk itu, hilirisasi produk diusahakan, agar yang dijual tidak hanya bahan mentah dan bahan baku, tetapi produk jadi, supaya pendapatan pelaku usaha perkebunan, terutama masyarakat bertambah secara signifikan.

Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Ir.Bambang,MM menyatakan, perkebunan berkobtribusi besar dalam pembangunan Indonesia, dan bersesuaian dengan hal itu tema Peringatan Hari Perkebunan ditetapkan yaitu "Sinergi dan Akselerasi Kejayaan Perkebunan," dan sampai Oktober 2018, ekspor perkebunan sudah mencapai Rp350 triliun.

Bambang mengungkapkan, perkebunan Indonesia akhir-akhir ini menghadapi tantangan besar, yakni adanya kampanye negatif (black campaign) terhadap kelapa sawit Indonesia, sementara kelapa sawit merupakan salah satu komoditi unggulan Indonesia. Bambang mengatakan, persoalan perkebunan tidak bisa selesai di Kementerian Pertanian, tidak lebih dari 25 % yang bisa diselesaiokan Kementerian Pertanian, selebihnya harus kerjasama lintas intansi dan lintas sektor, artinya harus ada sinergi yang baik.

Bambang menekankan, dengan adanya tantangan tersebut, justru harus membuat semua pihak sama-sama bangkit untuk membuktikan kepada dunia bahwa perkebunan sawit Indonesia ramah lingkungan, menerapkan prinsip pembangunan berkelanjutan.

Bambang menambahkan, perkebunan juga diperkuat untuk mendukung destinasi wisata alam, dengan penataan dan perbaikan onfarm daerah perkebunan.

Bambang mengatakan, perkebunan semakin memberikan andil disaat energi fosil semakin sedikit, dan untuk itu, pembangunan perkebunan berkelanjutan harus terus ditingkatkan. Sehubungan dengan hal tersebut, telah diberikan 44 sertifikat ISPO,  dengbn luas lahan perkebunan 3,09 juta Ha dari 13 juta Ha perkebunan sawit.

Selanjutnya, bambang mengajak semua pihak mendorong produk perkebunan menjadi prioduk hilir. Selain itu, tambah Bambang, tahun 2018, Rp1,6 triliun diberikan bantuan ke daerah dalam bentuk perbenihan kelapa sawit.

Pada kesempatan tersebut dilaksanakan Launching Surat Tanda Daftar Budidaya secara elektronik (e-STDB) oleh Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Dalam sambutan tertulis Gubernur Jawa Barat yang dibacakan oleh Sekda Jawa Barat, H. Iwa Karniwa dinyatakan, Indonesia peringkat 4 produksi kopi dunia dengan 6,6% produksi kopi dunia, namun persentase itu potensial untuk ditingkatkan, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan petani dan pengusaha kopi. “Geliat perkembangan kopi direspon dengan baik oleh masyarakat dan media,” ujar Iwa.

Iwa mengatakan, Pemprov Jabar sangat mendukung adanya 2 juta benih kopi dari kementerian Pertanian RI.

Direktur Pemasaran dan Pengolahan Hasil Perkebunan Direkorat Jenderal Perkebunan, Ir.Dedi Junaedi, M.Sc menyampaikan, dalam rangka peringatan Hari Perkebunan ke-61, diselenggarakan pameran produk-produk perkebunan dari berbagai daerah, dari tanggal 8 sampai tanggal 10 Desember 2018, di halaman Gedung Sate, Kantor Gubernur Jawa Barat.


Editor: yms
Sumber: PDE

Advertisement

Komentar Anda