Penataan Pasar AurDuri Sembraut, Pemkot di Minta Turun Tangan


Selasa, 08 September 2020 | 13:33:36 WIB
Pasar Aurduri Kota Jambi
Pasar Aurduri Kota Jambi /

SUARAJAMBI.COM- Sejak dibangun pada 2018 lalu, kondisi Pasar Tradisional Aur Duri Kota Jambi terlihat sembraut. Para pedagang di Pasar ini banyak mengeluhkan berbagai persoalan mulai dari banyaknya pedagang yang membuka lapak di luar gedung Pasar (Bahu Jalan), limbah pemotongan ayam yang mengganggu kesehatan, minimnya sarana pendukung seperti Tolilet hingga adanya Pungutan Liar yang di lakukan sekelompok oknum. 

Pantauan media ini dilapangan terlihat ratusan pedagang masih saja menggelar lapak dengan mereka di bahu jalan menuju Pasar Aurduri. " Pedagang yang membuka lapak di luar gedung ini setiap hari makin bertambah, namun tidak ada tindakan dari Pemerintah Kota Jambi, kami pedagang yang berada di dalam gedung merasa di rugikan, karena banyak pembeli yang tidak masuk ke dalam, harusnya Pemkot tegas seperti pasar pasar lain." ungkap seorang pedagang.

Hal yang sama juga di ungkapkan pedagang lain, bahwa penataan pasar aurduri sembraut." Pasilitas pasar ini sangat minim pak, mulai dari toilet hingga lampu penerangan, malah lampu penerangan di pasar ini di kelola secara pribadi, setiap pedagang di kenakan Rp.1000,/ hari padahal kita sudah bayar retribusi pasar sebesar Rp.2500/hari. belum lagi uang keamanan sebesar Rp.2000/hari yang di kelola oleh salah satu Ormas. harusnya Rp.2500/ hari yang kami bayarkan ke Dinas pasar itulah yang menjadi acuan kewajiban kami." keluhnya.

Maka itu, para pedagang minta kepada Pemerintah Kota Jambi untuk segera turun tangan." Kami para pedagang minta kepada Pemerintah terutama, Walikota Jambi serta DPRD Kota Jambi untuk segera turun melihat kondisi pasar Aurduri ini, harus ada tindakan tegas dari pemerintah, jangan di biarkan berlarut-larut, tindak yang memang tidak sesuai aturan. sebab kepada siapa lagi kami berharap jika tidak kepada Pemerintah Kota Jambi." tegasnnya.

Sementara itu, Ketua Forum Ormas Kota Jambi Donner Gultom saat di hubungi menyayangkan adanya unsur Ormas yang ikut serta dalam penataan pasilitas Umum." Kita sayangkan adanya Ormas yang ikut mengurusi pasilitas umum seperti pasar, apalagi menarik pungutan dengan alasan apapun, sebab itu adalah wewenang instansi terkait, bukan ormas, jika itu ada maka itu adalah Pungli (pungutan Liar) dan itu harus di tindak. kami dari Forum Ormas minta kepada Pemkot memang harus segera turun tangan ke Pasar Aur Duri jika itu memang yang di keluhkan oleh para pedagang pasar tersebut." pungkasnya.

 


Editor: yms

Advertisement

Komentar Anda