Dilema HBA di Pilgub Jambi, CE atau Haris ?


Senin, 05 Oktober 2020 | 08:22:42 WIB
/

SUARAJAMBI.COM- Kian dekat hari pemilihan Gubernur Jambi 9 Desember 2020 ini, arah dukungan dan pergerakan mantan Gubernur Jambi Hasan Basri Agus (HBA) menjadi menarik untuk dibaca dan diterka.

Keberpihakan HBA kepada salah satu calon, juga diprediksi akan berpengaruh terhadap perkembangan politik Pilgub Jambi ini. Yangmana, beliau selain sebagai mantan Gubernur Jambi, beliau kini sedang aktif di DPR RI, dari Fraksi Partai Golkar bersama Ibu Hj. Saniatul Lativa (Istri Bupati Tebo, Sukandar). (Golkar saat ini memiliki 2 kursi di DPR RI dari Dapil Jambi).

Wajar, jika publik bertanya- tanya, kemana arah dukungan HBA yang sesungguhnya ?. Dikutip dari sebuah artikel di laman jernih.id, disebutkan hati HBA sedang mendua.

Disatu sisi, sebagai kader partai Golkar yang kini menduduki kursi empuk di senayan, HBA harus tunduk kepada perintah partainya, tentusaja harus setia untuk mendukung paslon yang diusung partai Golkar, yakni CE dan Ratu. Begitu pula hubungan kedekatan HBA dan Cek Endra, mereka pernah bersama dalam menahkodai Kabupaten Sarolangun, sebagai Bupati dan Wakil Bupati Sarolangun.

Sementara disisi lain, kehadiran Alharis sebagai Cagub Jambi juga merupakan hasil karya politik HBA.

Diketahui, majunya sang Bupati Merangin Alharis untuk bertarung di Pilgub kali ini juga atas restu dan dukungan beliau.
Publikpun tau, Alharis merupakan anak angkat HBA. Dan bukan sekedar itu, hubungan emosional mereka terjalin cukup baik tanpa ada cacat dan cerca, dari dulu hingga saat ini.

Begitu pula dengan hubungan politik antara keduanya, lebih dua kali HBA bertarung di panggung politik, Haris tetap berandil besar di dalamnya, begitupula sebaliknya.

Tapi, pada kenyataannya beberapa hari yang lalu, atas perintah partai, HBA telah mendeklarasikan dukungannya terhadap pasangan CE- RATU dihadapan segenap kader partai Golkar. Ya.., perintah partai, wajib tunduk. Jika tidak, mungkin bisa bahaya bagi karir politiknya. Ha.. ha..

Namun, dibalik semua itu tersirat dilema, sebagai orang yang cukup berpengalaman di politik, HBA seakan tak mungkin ‘melukai hati’ anaknya, Alharis. Mungkin saja, ada strategi lain yang ia lakukan untuk mengobati hati Alharis, dan sekaligus untuk mencapai tujuan politik terselubung yang telah lama ia bangun bersama Haris. Hal itu, mungkin sah- sah saja.

Politik memang dinamis, makin dekat hari H pemilihan peta politik bisa saja berubah. Semua punya peluang untuk bisa memenangkan kontestasi ini. Tergantung bagaimana mereka bisa memainkan strategi ‘cerdik’, apalagi di tengah pandemi Covid- 19 yang sedang melanda negeri ini.

Cek Endra dan Ratu, kuat. Fachrori dan Syafril Nursal, kuat. Alharis dan Abdullah Sani, kuat. Semuanya kuat dan bisa jadi pemenang. Tinggal bagaimana mereka bisa memanfaatkan situasi dan kondisi, serta dapat memaksimalkan waktu yang singkat ini menjadi peluang untuk menang.

Rakyat juga punya nurani, siapa yang patut dipilih untuk menjadi pemimpin negeri Jambi yang kita cintai ini. Mungkin semuanya baik, tapi kita harus mencari yang terbaik dari yang baik.

Pemilih cerdas adalah pemilih yang tidak mau dibeli dengan uang, tapi yang mampu melihat masa depan Jambi yang cemerlang.

Sementara disisi lain, kehadiran Alharis sebagai Cagub Jambi juga merupakan hasil karya politik HBA.

Diketahui, majunya sang Bupati Merangin Alharis untuk bertarung di Pilgub kali ini juga atas restu dan dukungan beliau.
Publikpun tau, Alharis merupakan anak angkat HBA. Dan bukan sekedar itu, hubungan emosional mereka terjalin cukup baik tanpa ada cacat dan cerca, dari dulu hingga saat ini.

Begitu pula dengan hubungan politik antara keduanya, lebih dua kali HBA bertarung di panggung politik, Haris tetap berandil besar di dalamnya, begitupula sebaliknya.

Tapi, pada kenyataannya beberapa hari yang lalu, atas perintah partai, HBA telah mendeklarasikan dukungannya terhadap pasangan CE- RATU dihadapan segenap kader partai Golkar. Ya.., perintah partai, wajib tunduk. Jika tidak, mungkin bisa bahaya bagi karir politiknya. Ha.. ha..

Namun, dibalik semua itu tersirat dilema, sebagai orang yang cukup berpengalaman di politik, HBA seakan tak mungkin ‘melukai hati’ anaknya, Alharis. Mungkin saja, ada strategi lain yang ia lakukan untuk mengobati hati Alharis, dan sekaligus untuk mencapai tujuan politik terselubung yang telah lama ia bangun bersama Haris. Hal itu, mungkin sah- sah saja.

Politik memang dinamis, makin dekat hari H pemilihan peta politik bisa saja berubah. Semua punya peluang untuk bisa memenangkan kontestasi ini. Tergantung bagaimana mereka bisa memainkan strategi ‘cerdik’, apalagi di tengah pandemi Covid- 19 yang sedang melanda negeri ini.

Cek Endra dan Ratu, kuat. Fachrori dan Syafril Nursal, kuat. Alharis dan Abdullah Sani, kuat. Semuanya kuat dan bisa jadi pemenang. Tinggal bagaimana mereka bisa memanfaatkan situasi dan kondisi, serta dapat memaksimalkan waktu yang singkat ini menjadi peluang untuk menang.

Rakyat juga punya nurani, siapa yang patut dipilih untuk menjadi pemimpin negeri Jambi yang kita cintai ini. Mungkin semuanya baik, tapi kita harus mencari yang terbaik dari yang baik.

Pemilih cerdas adalah pemilih yang tidak mau dibeli dengan uang, tapi yang mampu melihat masa depan Jambi yang cemerlang.

(penulis ialah seorang pemuda Kerinci wilayah mudik, Tanah Sekudung).

Penulis: Ngahwan Njunting
Editor: yms
Sumber: rakyatjelata.com

Advertisement

Komentar Anda