Pesisir Tanjab Timur Rawan Penyelundupan


Rabu, 23 Desember 2020 | 06:42:36 WIB
Salah satu penindakan TNI AL di Kawasan Tanjung Jabung Timur
Salah satu penindakan TNI AL di Kawasan Tanjung Jabung Timur /

SUARAJAMBI.COM- Kawasan Pesisir pantai timur Provinsi Jambi, yakni wilayah perairan Tanjung Jabung Timur masih tergolong wilayah rawan penyelundupan. Selain berhadapan langsung dengan laut lepas yang berbatasan dengan Singapura dan Malaysia, Puluhan jalur pelabuhan tikus juga menjadi momok maraknya penyelundupan barang barang ilegal di kawasan ini.

Komandan Pos Angkatan Laut (Danposal) yang di wakili Danposmat TNI AL Kuala Jambi, Pelda Purwanto menyebut kawasan sekitar Tanjung Jabung Timur merupakan wilayah rawan penyelundupan ilegal." Tanjung Jabung Timur itu sangat dekat dengan Singapura, dari singapura hanya diperlukan waktu 6- 8 jam untuk sampai ke Jambi dengan perahu cepat berkapasitas 200 PK dengan enam mesin.  Alhasil, jalur ini menjadi pilihan para penyelundup, baik yang masuk maupun yang keluar." ungkap Purwanto.

Lanjut Purwanto, pihaknya kesulitan memantau banyaknya pelabuhan pelabuhan tikus  atau pelantar di kawasan ini." jumlahnya mungkin puluhan, bahkan setiap desa punya akses ke laut, seperti Kampung Laut, Nipah Panjang. Tanjung Jabung Timur itu memiliki banyak pulau dan terbelah banyak anak sungai, Terutama di Desa Nipah Panjang 1, Pemusiran, Teluk Kijing Luar, Kuala Simbur, Simbur Naik, Teluk Majelis, Alang-alang, Mendahara Ilir, Kampung Laut, dan Sungai Lokan. Begitu pula Desa PMD, Simpang Datuk, Simpang Jelita, Sungai Jambat, Sungai Baku Tuo, Sungai Sayang, Air Hitam Laut, dan Sungai Cemara. Desa-desa tersebut memiliki akses langsung ke laut lepas. Ditambah lagi, keberadaan pulau-pulau tak berpenghuni yang kerap dijadikan pelabuhan tikus." paparnya.

Namun begitu, pihaknya terus melakukan pengawasan maksimal atas kawasan ini." kita memang minim personil, namun kita tetap melakukan tugas sesuai dengan tupoksi kita, melakukan koordinasi dengan instansi lain seperti Pol Airud dan Bea Cukai, selain pengawasan maksimal kita juga berharap kesadaran masyarakat untuk bisa membantu petugas dalam mencegah terjadinya kerawanan di laut, baik masuk dan keluarnya barang barang ilegal serta tindak kejahatan lain." pungkas Purwanto.

 


Editor: yms
Sumber: suarajambi.com

Advertisement

Komentar Anda