Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan yang berlandaskan ajaran agama Islam sebagai wadah mengembangkan potensi diri manusia dengan mempelajari ilmu agama Islam. Pesantren awal berbagai referensi mulanya berdiri di Indonesia pada awal abad ke-14 dengan tujuan untuk membentuk ulama yang mempelajari ilmu agama.
Pesantren pada mulanya dari sebuah bangunan rumah yang ide huni oleh seorang yang mempunyai wawasan keilmuan agama dan orang yang mendiami bangunan tersebut di padang mempunyai wawasan keilmuan agama yang baik kemudian sebagian masyarakat memandang orang tersebut sebagai seorang ulama. Kemudian warga mulai menitipkan anaknya untuk mempelajari ajaran agama Islam, dengan berkembangnya kehidupan dari mualnya dari sebuah bangunan yang tunggal kemudian berkembang menjadi berbagai bangunan yang di namakan dengan istilah pondok pesantren.
Keberadaan pesantren memainkan peran yang sangat penting dalam mencetak kualitas sumber daya yang mempunyai wawasan keagamaan yang berkualitas sebagai calon pencetak ulama besar dalam menjaga marwah keislaman yang semakin berkembangnya zaman. Dengan berkembangnya zaman pesantren mengalami berbagai perubahan yang harus di tuntut pesantren menyesuaikan dengan kemajuan teknologi.
Marwah pondok pesantren merupakan hal yang membedakan lembaga pendidikan umum dengan pendidikan yang bernuansa keislaman. Marwah pondok pesantren terdiri dari kehormatan lembaga dalam menjaga nilai keislaman agar nilai ajaran agam islam selalu di jaga dengan kemajuan peradaban.
Menteri keagamaan republik Indonesia menegaskan berdasarkan dari beberapa sumber bahwasanya pondok pesantren bukan hanya lembaga pendidikan agama, tetapi juga pusat pembentukan karakter dan keadaban sosial. Jasa pondok pesantren bagi negeri juga tidak dapat disepelekan. Sejak ratusan tahun lalu, pesantren berperan besar dalam membentuk masyarakat Indonesia yang santun, taat, dan beradab. Kepercayaan masyarakat terhadap pesantren juga semakin meningkat.
Dengan majunya zaman, Pesantren di tuntut untuk mengikuti perkembangan zaman di antaranya majunya teknologi. Di antara tuntutan pesantren di era modern menurut beberapa sumber pesantren mendapatkan beberapa peran di antaranya:
- Pendidikan Holistik dan Seimbang: Pesantren modern tidak hanya mengajarkan ilmu agama seperti tafsir dan fiqh, tetapi juga mengintegrasikan pendidikan umum seperti sains, teknologi, bahasa, dan ekonomi untuk menciptakan lulusan yang seimbang antara pengetahuan spiritual dan duniawi.
- Pembentukan Karakter dan Moral: Pesantren terus berperan penting dalam menumbuhkan kepribadian, kedisiplinan, dan moral yang kuat pada santri, sesuai dengan nilai-nilai luhur agama dan Pancasila.
- Pengembangan Keterampilan dan Kompetensi: Selain ilmu agama, pesantren juga melatih santri dengan keterampilan yang dibutuhkan di era modern, seperti keterampilan kepemimpinan, literasi digital, pemecahan masalah, dan berpikir kritis.
- Adaptasi Teknologi: Pesantren memanfaatkan teknologi digital untuk keperluan administrasi, pembelajaran, dan dakwah. Hal ini juga membantu mereka dalam mempersiapkan santri untuk menghadapi era digital tanpa kehilangan identitas khas pesantren.
- Pelestarian Budaya Lokal: Pesantren menjadi pusat pelestarian budaya dengan mengajarkan seni, sastra, dan sejarah lokal, serta melibatkan santri dalam kegiatan sosial budaya yang menjadi bagian dari tradisi masyarakat.
- Dakwah Moderat dan Inklusif: Pesantren berperan dalam menyebarkan dakwah yang menekankan nilai-nilai toleransi, kedamaian, dan keadilan, serta mengedepankan sikap moderat dalam menghadapi isu-isu sosial dan keagamaan.
- Pemberdayaan Komunitas: Pesantren memiliki potensi besar untuk memberdayakan kelompok masyarakat marginal atau yang kurang mampu melalui pendidikan, keterampilan, dan pendampingan.
Dengan majunya zaman peran pondok pesantren dituntut selalu menjaga peranya agar nilai dan moral ajaran agama Islam selalu dijaga dengan maksimal agar dengan majunya teknologi ajaran agama Islam selalu dilestarikan dengan baik. Ciri-ciri pondok pesantren yang menerapkan sistem teknologi menurut beberapa sumber antara lain: Pembaharuan kurikulum, Metode pembelajaran inovatif, Penguasaan bahasa asing, keterlibatan teknologi, Fasilitas modern, Pengembangan keterampilan dan Tujuan menyeluruh.
Pesantren yang berkolaborasi dengan kemajuan zaman harus menjaga nilai Keagamaan dengan tujuan dengan majunya perkembangan dalam hal ini teknologi, nilai Islam tetap terjaga sesuai dengan Marwah terdahulu. Pesantren yang mempertahankan Marwah akan selalu dipandang positif oleh kalangan masyarakat.


























