SUARAJAMBI.COM- Danau Sipin kembali menjadi pusat perjuangan atlet dayung Jambi. Di kawasan Telanaipura itu, Pengprov PODSI Jambi menjalankan pemusatan latihan daerah (Pelatda) sebagai persiapan menghadapi Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Dayung di Situ Cipule, Karawang, Jawa Barat.
Di tepi danau, atlet pelajar dan senior berjalan beriringan menurunkan perahu naga hijau khas Jambi. Sebagian menyiapkan dayung, sebagian lain memastikan posisi duduk dan ritme gerakan. Di antara sesi latihan, tawa sesekali pecah, tetapi arahan pelatih tetap menjadi penentu kecepatan dan kekompakan tim.
Pelatda ini bukan sekadar rutinitas fisik. PODSI Jambi memanfaatkannya untuk menyatukan regenerasi atlet muda dengan pengalaman para senior, sekaligus menyesuaikan strategi menghadapi lintasan Situ Cipule yang dikenal memiliki lintasan standar internasional sepanjang 1.000 meter.
Ketua Umum PODSI Jambi, Raden Wawan Setiawan, menegaskan bahwa konsolidasi organisasi yang digelar pekan lalu di Rumah Dinas Sekda Provinsi Jambi bukan sekadar forum kepengurusan. Ia menyebut pertemuan itu difokuskan pada satu arah: meraih prestasi di Kejurnas dan Babak Kualifikasi (BK) PON.
Momentum Jambi memang sedang baik. Atlet asal Jambi, Ali Mardiansyah, bersama Rafiq Wijdan Yasir meraih medali perak Asian Games 2026 pada nomor lightweight men’s double sculls dengan catatan waktu 6 menit 23,41 detik. Ali merupakan salah satu dari enam atlet Jambi yang diberangkatkan ke Asian Games Aichi-Nagoya 2026.babel.antaranews+1
Dengan modal prestasi internasional tersebut, PODSI Jambi menargetkan mempertahankan tradisi medali di Kejurnas Karawang. Target lain yang tidak kalah penting adalah meloloskan sebanyak mungkin atlet Jambi ke BK PON 2027.
Bagi para atlet di Danau Sipin, setiap tarikan dayung kini bukan hanya latihan. Itu adalah langkah menuju panggung nasional, tempat nama Jambi kembali diuji di antara kekuatan dayung terbaik Indonesia. (*)






















