SUARAJAMBI.COM– Sejumlah rumah warga RT.43 dan 48 Kelurahan Jelutung yag berada di belakang Yayasan Kematian ANKE mengalami kebanjiran akibat hujan lebat semalam, tepat di malam Natal, 25 Desember 2023.
Air yang memasuki ruang-ruang tamu dan kamar warga tersebut dipastikan sebagai dampak dari aktivitas penimbunan rawa yang dilakukan oleh pihak yayasan dimana selama ini rawa tersebut merupakan kawasan resapan air.
Salah seorang warga RT. 48, Ndek saat dikonfirmasi CB24 mengatakan jika selama ini tidak pernah mengalami banjir seperti ini hanya dalam hitungan kurang dari satu jam air sudah masuk kedalam rumah yang mengakibatkan rusaknya sejumlah barang-barang rumah tangga seperti kasur, kulkas, lemari dll.
“Saya kaget karena air cepat sekali masuk, padahal hujan tidak sampai satu jam, tapi sudah menggenangi rumah kami,” ujarnya.
Hal yang sama juga diunfkapkan Ardi, warga RT. 43. Tapi ia masih beruntung karena pondasi rumahnya yang agak tinggi, sehigga air hanya menggenang di teras saja, namun rumah yang lebih rendah disebelah rumahnya otomatis dimasuki air hujan.
“Untung saja rumah saya agak tinggi jadi air hanya sampe teras saja, tapi kalo hujan lebih lama kemungkinan bisa masuk juga, “ terangnya.
Warga Pertanyakan Penimbunan Aktivitas penimbunan tanah yang dilakukan pihak Yayasan diatas areal rawa yang menurut informasi diperoleh CB24 untuk memperluas bangunan justru menimbulkan tanda tanya. Apakah lahan tersebut lahan restan atau ada pemilik yang tentunya harus dibuktikan dengan sertifikat kepemilikannya.
Penimbunan tanah di areal rawa tentu tidak bisa dilakukan sembarangan karena pasti akan memiliki dampak lingkungan seperti yang terjadi saat ini yang berdampak pada melimpahnya air kerumah warga karena hilangnya resapan air.
Menindaklanjuti keluhan warga setempat, pihak keluran Kelutung serta Ketua Forum RT Jelutung meninjau langsung lokasi penimbunan.
Persoalan ini rencananya akan ditindakalnjuti dengan diadakannya pertemuan antara warga, tokoh masyarakat setempat serta pihak yayasan.
Untuk diketahui, atas aktivitas penimbunan ini sebenarnya telah dilaporkan warga kepada pihak kelurahan Jelutung, namun sayangnya tidak direspon cepat sehingga tejadilah musibah banjir ini.
Semoga dalam pertemuan yang difasilitasi pihak kelurahan nanti akan ada solusi dan ketegasan, dimana bila ditemukan pelanggaran hukum dan peraturan maka hukum harus ditegakkan. (Jai)






















