SUARAJAMBI.COM- Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto hadir dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musrenbang RKPD) Tahun 2027 yang digelar di rumah dinas Gubernur Jambi pada Rabu (15/4/2026). Acara ini juga diikuti Gubernur Jambi Al Haris beserta seluruh bupati dan wali kota se-Provinsi Jambi.
Setelah sesi berlangsung, Bima Arya mengungkapkan kekagumannya terhadap data pembangunan Jambi, terutama bagaimana program nasional berperan sebagai katalisator kemajuan daerah. Ia menyoroti inisiatif seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), penguatan koperasi desa, dan beragam bantuan pemerintah yang bisa memacu pertumbuhan ekonomi serta lapangan kerja baru bila dikelola secara optimal.
“Jika kepala daerah pandai memanfaatkan dan menyinergikan program pusat, ini justru jadi pendorong utama ekonomi lokal. Paparan data Jambi hari ini sungguh mengesankan,” tandasnya.
Bima Arya juga memuji kolaborasi erat antara Pemerintah Provinsi Jambi dengan kabupaten/kota setempat, yang menurutnya layak jadi teladan bagi daerah lain di Tanah Air. Ia menambahkan, tata kelola pemerintahan harus lebih profesional, dengan meninggalkan kebiasaan usang seperti korupsi dan program tak efektif, menuju sistem yang efisien dan tepat guna.
Mengenai stunting, ia catat tren penurunan positif di Jambi berkat strategi cerdas pemerintah daerah dalam mengoptimalkan program dan potensi ekonomi lokal. Tak ketinggalan, Bima Arya apresiasi kebijakan Gubernur Al Haris yang memperhatikan pegawai, seperti insentif bagi P3K, asal sesuai aturan, untuk tingkatkan motivasi aparatur.
Pelaksanaan Musrenbang di rumah dinas gubernur pun diapresiasi sebagai bentuk efisiensi anggaran nyata yang bisa ditiru daerah lain.
Di sisi lain, Gubernur Al Haris menjelaskan bahwa pemakaian rumah dinas untuk acara ini bagian dari upaya hemat biaya demi program prioritas. “Semoga bupati dan wali kota ikut menerapkan, supaya anggaran lebih fokus ke sasaran,” ujarnya.
Al Haris juga dorong percepatan sinergi program pusat-daerah guna pacu ekonomi dan penyerapan tenaga kerja. Program kunci seperti MBG serta penguatan koperasi desa disebutnya sebagai penggerak utama. Pemprov Jambi sendiri giat dorong hilirisasi perkebunan, khususnya sawit, agar tak sekadar ekspor CPO mentah tapi hasilkan produk bernilai tambah tinggi.
“Fokus hilirisasi ke depan akan kuatkan ekonomi Jambi,” tutupnya. (*)






















