SUARAJAMBI.COM- Swiss-Belhotel Jambi menjadi saksi gelaran Jambi Business Matching Forum 2026, Kamis (9/4/2026), yang digelar Pemerintah Provinsi Jambi untuk memacu pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Bertema “UMKM Tumbuh, Ekonomi Tangguh Menuju Jambi Mantap”, acara ini langsung dibuka Gubernur Jambi Al Haris dan diikuti pimpinan BUMN, manajer perhotelan, serta ratusan pelaku usaha dari berbagai pelosok Jambi.
Forum ini dirancang sebagai jembatan strategis antara pemerintah, BUMN, industri perhotelan, dan UMKM. Sebanyak 29 pelaku UMKM unggulan yang telah melalui pembinaan intensif ikut berpartisipasi, dengan harapan lahir kemitraan bisnis yang solid dan berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Al Haris menekankan peran krusial UMKM sebagai pilar utama perekonomian Jambi. “Kita harus berkolaborasi mengangkat UMKM yang lahir dari rahim masyarakat. Pembinaan di bidang modal dan manajemen sangat penting agar mereka mandiri serta produknya kompetitif,” tegasnya.
Gubernur juga menyampaikan terima kasih kepada BUMN yang konsisten mendukung UMKM lokal sebagai mitra strategis. Dukungan ini, katanya, telah membuktikan kemampuannya mengangkat UMKM ke level lebih tinggi, sehingga produknya mampu menembus pasar nasional. Namun, ia tak menutupi tantangan ekonomi saat ini, di mana pertumbuhan Jambi hanya 4,93 persen akibat perlambatan daya beli masyarakat.
“Daya beli lesu terasa saat Lebaran lalu, dipicu efisiensi anggaran pusat dan aliran dana yang minim ke daerah,” ungkap Al Haris. Meski begitu, ia mengajak semua pihak optimistis dengan mengedepankan produk lokal. “Prioritaskan potensi UMKM kita sendiri agar ekonomi tangguh dan mandiri,” tambahnya.
Pemprov Jambi pun siap tambah bantuan, seperti gerobak usaha untuk UMKM dan startup, terutama bagi ibu rumah tangga yang ingin berwirausaha. Al Haris menutup dengan pesan tegas: semua MoU yang ditandatangani harus direalisasikan, bukan sekadar dokumen. “Tindak lanjut nyata diperlukan agar UMKM Jambi benar-benar berkembang dan berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” harapnya. (*)























