SUARAJAMBI.COM- Komitmen Bank Jambi mendukung kemajuan pendidikan kembali dibuktikan melalui penyerahan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) kepada Pondok Pesantren Sirojul Mukhlasin Al Fauzean. Bantuan diserahkan langsung oleh Direktur Operasional Bank Jambi, Zulfikar, di hadapan Gubernur Jambi Al Haris, jajaran Forkopimda, ratusan santri, dan wali santri, dalam tasyakuran wisuda ponpes tersebut di Lorong H. Ibrahim, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi, Sabtu (1/8/2026).
Gubernur Al Haris mengapresiasi tinggi kepedulian Bank Jambi terhadap pembangunan daerah, tidak hanya di sektor ekonomi, tetapi juga pendidikan dan keagamaan. Ia juga bangga melihat semakin banyak santri yang menuntaskan hafalan 30 juz Al-Qur’an.
“Ini sangat membanggakan. Anak-anak yang hafal Al-Qur’an 30 juz memiliki masa depan yang baik. Saya yakin mereka tidak akan kesulitan mencari jalan hidup, karena banyak masjid, pesantren, hingga yayasan yang membutuhkan hafiz Al-Qur’an. Bahkan mereka juga memiliki peluang melanjutkan pendidikan ke luar negeri,” ujarnya.
Al Haris menegaskan, keberhasilan melahirkan para penghafal Al-Qur’an merupakan hasil kerja keras para pengasuh dan tenaga pendidik. “Saya terharu dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh pembina pondok yang telah memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anak Jambi. Ini adalah investasi besar untuk masa depan daerah,” katanya.
Zulfikar menyampaikan, Bank Jambi memiliki tanggung jawab untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui program yang bermanfaat nyata, termasuk mendukung lembaga pendidikan keagamaan. “Pesantren memiliki peran yang sangat besar dalam membentuk karakter dan akhlak generasi muda. Karena itu, Bank Jambi ingin menjadi bagian dari upaya memperkuat pendidikan Islam melalui program CSR yang berkelanjutan,” jelasnya.
Ia menambahkan, Bank Jambi akan terus memperluas kolaborasi dengan berbagai lembaga pendidikan, sosial, dan keagamaan sebagai kontribusi nyata dalam membangun sumber daya manusia unggul di Provinsi Jambi. Penyerahan CSR ini turut mempertegas sinergi antara dunia perbankan, pemerintah daerah, dan lembaga pendidikan dalam membangun generasi Jambi yang religius, berdaya saing, dan berprestasi.(*)























