SUARAJAMBI.COM– Musyawarah Wilayah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (Muswil PPNI) VI untuk pemilihan kepengurusan periode 2025-2030 yang berlangsung di salah satu Gedung UIN STS Jambi Telanaipura pada 08 Pebruari 2025 lalu di kabarkan kisruh, bahkan nyaris terjadi adu jotos. 7 DPD PPNI dari 11 Kabupaten/kota yang ada menyatakan menolak hasil MUSWIL VI tersebut karena di nyatakan tidak sesuai dengan Tata tertib persidangan.
Informasi yang di dapat oleh suarajambi.com menyebut, Muswil untuk pemilihan kepengurusan baru 2025-2030 itu pada awalnya berjalan tertib.” awalnya berjalan sesuai dengan Tatib, namun memasuki sesi pemilihan kandidat suasana berubah panas, panitia pelaksana di rasa mulai mengulur ulur waktu, bahkan pimpinan sidang ingin mengubah Tata tertib sidang yang telah di tetapkan (SK kan), di situlah kemudian suasana menjadi panas,” tutur sumber yang tidak ingin namanya di sebut,
Suasana sidang yang semula nyaman, lanjutnya berubah panas,” Muswil ini pesertanya ada 11 DPD Kabupaten dan kota, pada saat itu suasanya sudah tidak kondusif lagi, bahkan nyaris adu jotos, sehingga untuk menghindari kejadian yang tidak di inginkan, 7 DPD mengambil langkah bijak menyatakan Walkout dari sidang dan menolak hasil putusan Muswil, karena di nilai tidak sesuai Tatib yang sudah di sahkan sebelumnya. ” imbuhnya.
Penolakan oleh 7 DPD PPNI telah di tanda tangani oleh ketua masing masing DPD dan telah di sampaikan ke DPP PPNI Jakarta, Dewan Pertimbangan PPNI Jakarta, Pimpinan Muswil PPNI Provinsi Jambi, Panitia Penyelanggara Muswil PPNI Provinsi Jambi serta tembusan kepada Gubernur Jambi, Kadis Kesehatan Provinsi Jambi dan Kepala Kesbangpol Provinsi Jambi.
Sementara saat media ini mencoba mengubungi ketua pelaksana MUSWIL PPNI yakni Sarbaini, nomor Handphone yang bersangkutan sedang tidak aktif. (*)






















