SUARAJAMBI.COM- Banyaknya persoalan yang terjadi terhadap program MBG yang digagas Presiden Prabowo ternyata tidak hanya terjadi di pulau Jawa dan beberapa daerah lainnya, namun juga terjadi di Kota Jambi.
Hal ini dialami oleh siswa siswi SMKN 2 Jambi yang baru saja menerima menu MBG pada 22 September lalu. Alih-alih mendapatkan asupan gizi yang baik, ternyata yang diterima adalah makanan berkualitas rendah yang diberikan salah satu dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Jambi
Informasi yang beredar di lapangan, salah satu siswa mendapati makanan yang berisi ulat serta beraroma tidak sedap. Alhasil, para siswapun urung untuk menyantap makanan yang diberikan oleh vendor pengadaan MBG untuk SMKN2 Kota Jambi ini.
Atas kejadian ini, Kepsek SMK N 2 Kota Jambi, Dr. Woro Handayani, S.Pd, M.Pd merasa kecewa akan kejadian ini.”Jujur kami kecewa atas pemberian makanan yang kurang berkualitas ini, dan ini merusak citra MBG dari bapak program Bapak Presiden Prabowo.” ujarnya saat dimintai komentarnya atas kejadian ini.
Iapun berharap pihak berwenang dapat mengevaluasi program dan pihak penyedia makanan yang ditunjuk untuk memberikan makanan kepada siswa lebih ketat mengawasi makanan yang akan diberikan.
Banyaknya kejadian yang kurang baik atas pelaksanaan program MBG ini beberapa minggu terakhir ini memang menjadi sorotan publik. Bukan hanya hanya soal kualitas makanan yang rendah, di beberapa daerah justru telah terjadi keracunan terhadap sejumlah siswa setelah menyantap makanan yang diberikan pihak penyedia.
Atas banyaknya kejadian yang merugikan para siswa tersebut, ia meminta sejumlah pihak yang mengurusi MBG agar program ini ditinjau ulang atau memperketat pengawasan, mulai dari penyediaan bahan, pengolahan hingga penyajian.
Terkait dapur SPPG yang memberikan makanan kepada siswa SMKN 2 Kota Jambi ini, media ini akan menelusuri lebih lanjut bagaimana proses pembelian dan pengolahan makanan dilakukan. (tim).


























