SUARAJAMBI.COM- Gerakan tanam padi serempak digelar di lahan Cetak Sawah Rakyat (CSR) Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batanghari, Jambi, pada Selasa (21/04/2026) siang. Acara ini dipimpin Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono, didampingi Gubernur Jambi Al Haris dan Bupati Batanghari Muhammad Fadhil Arief.
Kegiatan serentak ini melibatkan 16 provinsi lain melalui daring, sebagai bagian dari program pemerintah untuk mempercepat penanaman di lahan baru CSR. Sudaryono menekankan momentum cuaca mendukung dengan hujan yang masih ada, mengajak semua daerah segera bertindak agar produksi padi melonjak.
“Sekarang saatnya! Manfaatkan hujan sebelum kemarau panjang akibat El Nino. Tanam cepat, panen cepat, hasil panen makin besar,” tegasnya. Ia menyoroti program CSR yang mengubah lahan rawa tak produktif menjadi sawah subur berkat air melimpah, sambil menjanjikan bantuan benih, pupuk, dan alsintan. Wamentan juga membuka dialog untuk kebutuhan lapangan dari petani dan pemda.
Gubernur Al Haris melaporkan progres pertanian Jambi: lahan baku sawah 69.000 hektare, eksisting 54.000 hektare. Tahun 2025, CSR tanam 1.200 hektare; 2026 target 4.100 hektare. Meski produksi padi baru penuhi 71% kebutuhan daerah (kekurangan 29%), Al Haris optimistis capai swasembada tahun ini lewat dukungan pusat, termasuk irigasi dan sarana.
“Kami ubah pola tanam petani jadi 2-3 kali setahun, plus bangun irigasi, jalan usaha tani, dan pengering padi di Tanjung Jabung Timur,” ujarnya. “Jambi siap kontribusi ketahanan pangan nasional menuju Indonesia Emas 2045.” (*)






















