SUARAJAMBI.COM- Di sebuah ruang pelatihan yang penuh semangat, 90 Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) yang terdiri dari Fasilitator Keluarga (Faskel) dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) berkumpul untuk satu tujuan bersama: memastikan setiap anak di Kota Jambi mendapat akses pendidikan, tanpa kecuali. Kegiatan peningkatan kapasitas ini merupakan kolaborasi strategis antara Dinas Sosial Kota Jambi, Dinas Sosial Provinsi Jambi, dan Direktorat Pemberdayaan Sosial Kementerian Sosial Republik Indonesia.
Kepala Dinas Sosial Kota Jambi, Ibu Yunita Indrawati, mengingatkan bahwa tugas PSM bukan sekadar mendata, melainkan menjangkau — turun ke rumah, berbicara dengan orang tua, dan membuka jalan agar anak-anak yang kurang mampu bisa duduk di kelas seperti anak-anak lainnya. “Kita harus memastikan Sekolah Rakyat menjadi tempat yang menjangkau setiap anak yang berhak. Tidak boleh ada yang tertinggal karena keterbatasan ekonomi,” tegas Ibu Yunita dalam sambutannya.
Kegiatan ini menampilkan tiga narasumber dari Direktorat Pemberdayaan Sosial Kementerian Sosial: Arif Syafrudin, Indro Widi Handoko, dan Pujiarini. Mereka membekali peserta dengan teknik identifikasi keluarga rentan, strategi komunikasi efektif, serta langkah-langkah verifikasi dan rujukan yang praktis untuk diterapkan di lapangan. Melalui studi kasus dan simulasi, peserta berlatih menghadapi berbagai tantangan nyata: keluarga yang enggan menerima bantuan, faktor stigma, hingga kendala administrasi.
Pentingnya sinergi lintas tingkat pemerintahan juga mendapat sorotan. Kepala Dinas Sosial Provinsi Jambi, Bapak Edi Kasmiran, mengingatkan bahwa program di lapangan hanya akan berhasil jika didukung oleh koordinasi yang kuat antara provinsi, kota, dan pusat. “Pemberdayaan PSM adalah investasi jangka panjang untuk mencegah putus sekolah dan memperkuat perlindungan sosial anak,” ujarnya.
Selain peningkatan kapasitas teknis, pelatihan menekankan pembuatan rencana kerja lapangan yang jelas, pemanfaatan data akurat, dan pembangunan jejaring dengan sekolah serta tokoh masyarakat. Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Kota Jambi, Oriza Dafriatman, menyampaikan bahwa kegiatan ini akan diikuti dengan pendampingan dan monitoring agar capaian penjangkauan dapat diukur dan dipertanggungjawabkan.
Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud komitmen daerah terhadap visi misi Wali Kota Jambi dan program nawacita Presiden, yang menempatkan pemerataan layanan dasar—termasuk pendidikan—sebagai prioritas nasional. Dengan modal kapasitas PSM yang meningkat dan sinergi antar-institusi, Kota Jambi bergerak lebih dekat menuju target: tidak ada anak kurang mampu yang kehilangan haknya untuk belajar. (*)























