SUARAJAMBI.COM- Forum Konsultasi Publik (FKP) bertema “Sinergi Perencanaan dan Evaluasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Pendidikan Non Formal” digelar hari ini dengan tujuan memperkuat kualitas pelayanan pendidikan non formal melalui dialog terbuka antara Dinas Pendidikan dan masyarakat.
Ketua panitia pelaksana, Triliana, S.Pd., dalam sambutannya menjelaskan bahwa forum ini diselenggarakan untuk membahas rancangan, penerapan, dan evaluasi kebijakan terkait SPMB pendidikan non formal serta permasalahan yang muncul dalam pelaksanaannya. Triliana menekankan tiga tujuan utama kegiatan: pertama, menelaah dan mengevaluasi kebijakan SPMB agar pelayanan pendidikan kepada masyarakat berjalan sesuai prinsip keterjangkauan dan kualitas; kedua, memperoleh saran serta masukan langsung dari masyarakat mengenai pelaksanaan layanan; ketiga, menyatukan pandangan guna menyelesaikan masalah yang kerap dihadapi sehingga layanan pendidikan memenuhi harapan publik.
Menurut Triliana, manfaat umum pelaksanaan FKP adalah menyelaraskan kapasitas Dinas Pendidikan dengan ekspektasi masyarakat serta meminimalisir dampak kebijakan yang berpotensi merugikan publik. Secara khusus, forum ini memberi penyelenggara layanan kesempatan memperoleh masukan publik untuk penyusunan dan perbaikan kebijakan, sekaligus mendidik dan mengajak publik sebagai pengguna layanan untuk turut mengawasi implementasi kebijakan. Selain itu, FKP berfungsi sebagai sarana monitoring dan evaluasi agar efektivitas kebijakan dapat diukur berdasarkan pengalaman dan umpan balik masyarakat. “Bapak, ibu, dan hadirin saya hormati, demikian laporan yang dapat saya sampaikan. Lebih kurangnya saya mohon maaf, akhirul kalam,” tutup Triliana.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi, Sugiono, M.Pd., dalam sambutannya menegaskan peran strategis pendidikan non formal sebagai pijakan utama kemajuan bangsa. Sugiono menyatakan bahwa jalur pendidikan non formal memberi kesempatan kedua bagi warga untuk melanjutkan pendidikan atau mengembangkan keterampilan sesuai kebutuhan dan kondisi masing-masing. Karena itu, kebijakan yang dirancang, diterapkan, dan dievaluasi harus senantiasa berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Sugiono menilai forum konsultasi seperti ini sangat berharga sebagai jembatan komunikasi antara Dinas Pendidikan dan seluruh pemangku kepentingan. Ia menghargai partisipasi aktif peserta yang hadir dan menegaskan bahwa masukan dari publik akan menjadi dasar penting dalam perumusan dan penyempurnaan kebijakan. “Semoga Forum Konsultasi Publik kali ini dapat berjalan dengan lancar, menghasilkan pemahaman bersama, dan membawa kita pada langkah-langkah konkrit untuk meningkatkan kualitas pendidikan non formal di Kota Jambi,” ujarnya.
Di akhir sambutannya, Sugiono menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang berkontribusi dalam penyelenggaraan acara dan berharap agar upaya bersama ini diberi kemudahan serta keberkahan demi kemajuan pendidikan di Kota Jambi.
Forum berlanjut dengan sesi konsultasi dan penerimaan masukan dari peserta yang diharapkan akan menjadi bahan rekomendasi konkret bagi penyusunan kebijakan SPMB pendidikan non formal di Kota Jambi. (*)






















