SUARAJAMBI.COM- Gubernur Jambi Al Haris kembali melanjutkan tradisi santunan anak yatim dengan menggelar kegiatan yang meriah dan penuh keringanan. Selain memberikan santunan berupa uang, kegiatan itu juga mendapat dukungan dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) yang menyediakan sekitar 3.000 nasi kotak untuk anak-anak yang hadir.
Di sekitar lokasi acara, panitia menyiapkan serangkaian tenda UMKM. Menurut Al Haris, semua makanan dan produk di tenda-tenda tersebut digratiskan khusus untuk anak-anak yatim. “Di samping kiri dan kanan juga ada tenda-tenda UMKM. Semuanya gratis, sumbangan dari OPD-OPD kepada anak-anakku semuanya. Hari ini kita gratiskan semuanya,” ujar Al Haris.
Kegiatan santunan ini bukan hal baru bagi Al Haris. Ia mengatakan tradisi tersebut sudah dimulai sejak masa jabatannya sebagai Bupati Merangin, saat jumlah penerima santunan masih jauh lebih sedikit. “Tradisi ini dimulai sejak kami masih di Merangin. Ketika menjadi bupati, tiap tahun kita memberikan acara seperti ini, meskipun jumlahnya masih kecil, sekitar 500 orang. Tapi intinya kita ingat dengan anak-anak yatim kita,” katanya.
Dalam sambutannya, Al Haris mengajak masyarakat untuk berbagi dan mengingat sifat kefanaan hidup. Ia berharap doa anak-anak yatim menjadi penolong bagi pribadi dan bagi masa depan negeri. “Mari kita berbagi bersama anak-anak kita semuanya. Ingatlah bahwa hidup kita sementara. Mudah-mudahan doa anak-anak yatim inilah yang kelak menolong kita dan menolong negeri ini ke depan,” tutur Al Haris.
Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya acara ini. Ia berharap bantuan yang disalurkan menjadi amal jariah dan membawa keberkahan bagi Provinsi Jambi. “Terima kasih atas segala bantuan dan sumbangan Bapak, Ibu semuanya. Semoga Allah membalas segala kebaikan dan mencatatnya sebagai amal ibadah,” tutupnya.
Selain santunan untuk anak yatim, pada kesempatan yang sama Al Haris menyerahkan bantuan sosial dan pendidikan lain, meliputi bantuan hibah, bantuan rumah usaha, program penyelesaian pendidikan S1, hingga program Satu Keluarga Satu Sarjana. (*)






















