SUARAJAMBI.COM– Warga RT 01, Kelurahan Murni, Kecamatan Danau Sipin, Kota Jambi, mengeluhkan penumpukan sampah yang tidak kunjung diangkut oleh petugas kebersihan selama lebih dari satu minggu. Kondisi ini menimbulkan bau tidak sedap dan kekhawatiran akan timbulnya penyakit di lingkungan permukiman padat penduduk tersebut.
Tumpukan sampah yang menggunung di beberapa titik, terutama di sekitar jalan utama dan dekat pemukiman warga, terlihat mulai berserakan hingga ke badan jalan. Warga menilai Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jambi lalai dalam menjalankan tugasnya mengangkut sampah secara rutin sebagaimana biasanya.
Salah satu warga setempat, Hasan Poni, menyampaikan kekecewaannya terhadap kondisi ini. Ia berharap Wali Kota Jambi, Maulana, segera turun tangan menyikapi kinerja DLH yang dianggap kurang tanggap terhadap persoalan kebersihan di wilayahnya.
“Sudah lebih dari seminggu sampah ini tidak diambil. Baunya sudah mengganggu, apalagi kalau hujan turun. Kami mohon kepada Pak Wali Kota Maulana supaya segera mengevaluasi kinerja DLH dan menugaskan petugas untuk mengangkut sampah yang menumpuk,” kata Hasan Poni, minggu (26/10).
Menurut keterangan warga lain, kejadian serupa beberapa kali terjadi, terutama saat armada pengangkut sampah dikabarkan mengalami kerusakan atau kekurangan tenaga operasional. Namun, kali ini warga menilai keterlambatan tersebut sudah terlalu lama dan tidak ada pemberitahuan resmi dari pihak terkait.
Sejumlah warga juga khawatir kondisi lingkungan yang kotor dapat memicu munculnya berbagai penyakit, seperti demam berdarah dan diare, terutama bagi anak-anak. Mereka mendesak agar penanganan dilakukan secepatnya sebelum masalah kesehatan meluas.
“Kalau dibiarkan, lalat dan bau busuk semakin parah. Kami takut nanti anak-anak sakit. Kami harap petugas DLH segera datang,” ujar ari, warga lainnya.
Sampai berita ini diturunkan, petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Jambi belum terlihat melakukan pengangkutan di lokasi tersebut. Warga berharap pemerintah kota dapat segera merespons keluhan ini dan memastikan layanan kebersihan kembali normal untuk menjaga kesehatan dan kenyamanan lingkungan permukiman. (*)


























