SUARAJAMBI.COM- Jika kita berbicara Penambang Emas Tanpa Ijin (PETI) tak ada habisnya, karena Peti adalah satu-satunya pilihan untuk mencukupi perekonomian keluarga, kilauan emas yang menggoda menjadi daya tarik bagi para pemburu emas. Namun, dibalik dari itu semua resikonya adalah taruhan nyawa.
Seperti yang terjadi di kawasan Dusun Mengkadai Desa Temenggung Kecamatan Limun Kabupaten Sarolangun Jambi, terjadi longsor di kawasan tambang emas ilegal yang memakan korban jiwa sebanyak 12 orang, tragisnya kejadian tersebut menelan korban jiwa sebanyak delapan orang dinyatakan meninggal dunia akibat tertimbun reruntuhan Ambuan pasir batu (Sirtu), sedangkan empat orang mengalami patah tulang. Tentu, kejadian itu membuat warga setempat khususnya Bumi Sepucuk Adat serempun Pseko menjadi gempar.
Supriadi Kades Temenggung kepada sejumlah awak media pada hari Rabu (21/01/2026) Sekira pukul 11:30 di lokasi tambang tersebut mengatakan bahwa saat kejadian naas itu terjadi ia sedang mengendarai kendaraannya dari suatu acara, tetiba di perjalanan dirinya di hentikan oleh warganya dengan menyampaikan bahwa ada warganya tertimbun longsor di lokasi penambangan emas, tak butuh waktu, ia langsung menuju lokasi kejadian sekira 14:30 WIB.
“Disampaikan bahwa korban yang meninggal itu delapan orang dan yang sakit mengalami patah tulang empat orang, jadi yang beredar lebih dari itu tidak benar. “Ujar Kades
Untuk memastikan bahwa korban tidak lebih dari jumlah yang sudah disampaikan, dirinya bersama warga setempat mendampingi pihak aparat kepolisian dan TNI serta Damkar, BPBD melakukan kroscek dimana lokasi longsor itu.
“Kami sudah kroscek kelapangan bersama kapolres, Ada juga teman teman dari brimob, damkar, BPBD dan dinas instansi terkait juga masyarakat sini juga turun kelapangan guna memastikan hanya delapan orang yang meninggal di lokasi dan itu semua sudah terangkat dari timbunan longsor. “Bebernya
“Dari delapan korban tersebut ada warga desa temenggung dan juga warga desa tetangga, “Imbuhnya
Kendati demikian, sebagai pucuk pimpinan di desanya, ia tak luput mengucapkan rasa terima kasih kepada Kapolres Sarolangun beserta tim yang lainnya, sudah melakukan kroscek kembali di lokasi tidak ada lagi korban jiwa yang tertinggal di lobang tersebut.
“Kami ucapkan terima kasih kepada Pak Kapolres Sarolangun, Brimob, TNI dan juga dari damkar terutama pak Bupati Sarolangun telah mensupport dari tim-tim yang lain kami dari pemerintah Desa dan masyarakat Desa Temenggung kami memgucapkan ribuan terima lasih karena telah terjun kelapangan guna memastikan bahwa korban tidak ada lagi yang tertimbun atau tertinggal dilokasi, “Tegasnya
Sementara itu, Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H Siregar melalui Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol Erlan Munaji mengatakan begitu menwrima laporan adanya warga yang tertimbun longsor di lokasi penambangan ilegal, polisi segera memgarahkan personil polri untuk melakukan operasi Kemanusian dilokasi tersebut.
“Polri langsung mengambil alih penanganan di lapangan dengan mengerahkan personel gabungan. Fokus utama kami adalah penyelamatan korban, pengamanan lokasi, serta memastikan proses evakuasi berjalan aman mengingat potensi longsor susulan masih cukup tinggi,” ujar Kombes Pol. Erlan Munaji.
Selain evakuasi, Polisi juga melakukan pengamanan tempat kejadian perkara (TKP), pemasangan garis polisi, serta pengumpulan keterangan saksi guna keperluan penyelidikan.
Dari hasil pengecekan awal, lokasi kejadian diketahui merupakan area penambangan emas tanpa izin (PETI).
“Pihak polisi masih melakukan pendalaman terkait kronologi dan pihak-pihak yang bertanggung jawab atas aktivitas penambangan tersebut. Penyelidikan dilakukan setelah seluruh proses evakuasi dinyatakan selesai,” tegas Kombes Pol. Erlan Munaji.
Sebagai wujud empati dan kehadiran negara di tengah masyarakat, Kapolres Sarolangun AKBP Wendi Oktariansyah bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Sarolangun turut mendatangi rumah duka korban di Desa Mengkadai untuk menyampaikan belasungkawa dan dukungan moril kepada keluarga korban (Ajk)


























